Peringati Hari Santri 2023, Wabup Madina Soroti Menipisnya Rasa Santun Anak Terhadap Orangtua

PANYABUNGAN: koranmedan.com
Memeriahkan Hari Santri 22 Oktober 2023, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar Musabaqoh Hafidzul Qur’an (MHQ) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Madina. Kegiatan dibuka Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Rabu (18/10/2023).
MHQ yang diadakan pada 18-20 Oktober 2023 itu diikuti 275 peserta. Cabang yang diperlombakan pada MHQ itu adalah 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, dan 10, 20, dan 30 juz.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Madina Bahruddin Juliadi mengatakan, selain memeriahkan Hari Santri 2023, MHQ juga bertujuan meningkatkan kualitas hafalan dan meningkatkan minat masyarakat membaca, menghayati, serta menghafal Al Quran.
Selain itu, menurut Bahruddin, Pemkab Madina juga menggelar beragam lomba kreatif bagi para santri. Di antaranya lomba karya tulis ilmiah dan lomba foto kreatif antar-santri pondok pesantren se-Kabupaten Madina.
Sementara Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan, Pemkab Madina berkomitmen membangun sumber daya yang Islami. Menurut dia, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“SDM-nya juga dipilih lagi secara ilmiah dan Islami,” kata Atika.
Atika juga menyampaikan keresahannya mengenai perbuatan maksiat dan peredan Narkoba yang makin masif di masyarakat. Perilaku sopan santun juga makin memudar dalam kehidupan masyarakat. “Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Melalui kegiatan-kegiatan Islami, Atika berharap generasi muda Madina makin memahami bahaya perbuatan maksiat dan mengonsumi Narkoba, serta pentingnya perilaku sopan santun.
“Sopan santun mulai melenceng, sopan santun anak kepada orangtua, guru, dan orang yang lebih tua. Ini karena perkembangan zaman,” kata Atika.
Atika berharap orangtua turut membantu anak-anak di rumah dengan memperhatikan dan mengikuti perkembangan zaman. “Kami (pemerintah) tidak bisa terlalu jauh, hanya memberi fasilitas dan mengadakan kegiatan keagamaan. Karena itu awali keteladanan yang baik dimulai dari rumah,” jelasnya.*** (AFS)
