
Pejabat Pemkab Langkat & masyarakat hadiri tahlilan malam ke-40 wafatnya Almarhum Dato' Seri Syamsul Arifin bin Hasan Basri, Sabtu malam (25/11/23). (Istimewa)
LANGKAT – koranmedan.com
Pihak keluarga menggelar tahlilan malam ke-40 wafatnya Almarhum Dato’ Seri Syamsul Arifin bin Hasan Basri, Sabtu malam (25/11/2023).
Ratusan masyarakat dan sejumlah pejabat Pemkab Langkat hadiri tahlilan di kediaman orang tua Almarhum, di Jl Stasiun (STM) Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Langkat.
Plt Bupati Langkat Syah Afandin selaku adik kandung Almarhum, menyampaikan malam ini tepat 40 hari berpulangnya Almarhum Syamsul Arifin.
“Saya atas nama keluarga besar Hasan Basri dan Syamsul Arifin mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya, dimana bapak ibuk sekalian bersedia hadir dalam rangka mendokan Almarhum abang kami. Beliau sangat mengharapkan doa dari kita semua,” ucapnya.
Tahlilan selain diisi pembacaan ayak suci alquran, dzikir dan doa bersama turut isi tausyiah agama.
Ceramah singkat disampaikan Ustaz M Samin Pane. Ia menjelaskan kematian merupakan hal yang pasti d idunia ini dan bakal di hadapi/dirasakan semua mahluk bernyawa.
“Tetapi dimana, kapan, ketika apa kematian itu datang imcuman Allah yang tahu. Jadi persiapkan bekal kita semua, kejarlah amal di dunia ini karena dunia ini merupakan jalan menuju ke akhirat nanti,” pesannya.
“Dan yang kita bawa ketika mati nantinya hanyalah amal. Amal yang tidak akan terputus setelah mati tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan doa anak saleh,” terangnya.
Kemudian tiga pesan Ustaz Samin Pane kepada seluruh masyarakat, sebagai berikut:
– Kalau kita lahir ke dunia ini menangis maka tinggalkan dunia ini dengan tersenyum.
– Kalau kita lahir ke dunia ini disambut orang dengan tersenyum, maka orang akan menyambut kematian kita dengan menangis.
– Kalau kita lahir ke dunia ini tanpa sehelai benang maka tinggalkan dunia ini dengan selimut amal ibadah.(*)
Editor: Zul Anwar
