Dari Talk Show Dewan Pendidikan Langkat, Pendidikan Karakter terhadap Guru Perlu Diperkuat
Narasumber dan peserta foto bersama di sela penutupan Talk Show yang digelar Dewan Pendidikan Langkat.
STABAT: koranmedan com
Untuk menerapkan tata kelola pendidikan karakter dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di era revolusi 4.0 & society 5.0, pendidikan karakter terhadap guru perlu diperkuat terlebih dahulu melalui sistem rekrutmen guru berbasis mentalitas kepribadian moral dan aspek kasih sayang.
Hal itu menjadi salah satu point resolusi dan rekomendasi yang mengemuka dalam Talk Show Dewan Pendidikan Langkat bertema Kebijakan dan Tata Kelola Pendidikan Karakter serta Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Revolusi Industri 4.0 & Society 5.0 di Aula Utama Pegnasos Langkat, Stabat, Selasa (19/12/2023).
Tampil sebagai narasumber pada kegiatan Talk Show yang dibuka Plt Bupati Langkat diwakili Staf Ahli Bidang SDM, Sosial dan Kemasyarakatan H. Sujarno, S.Sos, MSi itu Ketua Dewan Pendidikan Langkat Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Langkat Dr. H. Saiful Abdi, SH, SE, M.Pd, Leader Konsultan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut Agus Marwan, M.SP, Psikolog Dr. Tarmidi Dadeh, Kepala Program Studi Filsafat Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan Dr. Ir. Syarifuddin, MH, serta Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumut Dr. Iqbal Irham, M.Ag. Talk Show dipandu moderator Kepala Sekolah Berprestasi 2023 Tuty Mariaty, S.Pd, M.Pd.
Point kedua rekomendasi yang mengemuka yakni, pemerintah perlu membuat apresiasi dalam bentuk pemberian penghargaan atas penilaian kepada guru berkarakter terpilih melalui anugerah/award yang diseleksi oleh dewan pendidikan. Sekaligus membuat parameter/kriteria guru yang berkarakter.
Ketiga, Pemkab Langkat perlu membuat Perda Pendidikan Karakter yang lebih berbasis pada pendidikan agama (rohani) dan kearifan lokal.
Keempat, keteladanan yang positif di segala sisi mulai dari top level kepemimpinan hingga ke tingkat terendah perlu dimplementasikan melalui sikap, pernyataan dan perbuatan.
Kelima, Literasi penggunaan Smartphone yang sehat perlu secara terus-menerus disosialisasikan Dewan Pendidikan Langkat.
Keenam, guru harus disadarkan bahwa mendidik dengan hati melalui penerapan ilmu ikhlas patut dipahamkan dan dihayati.
Point ketujuh, perlu diterapkan melalui peraturan sekolah agar setiap siswa saat memasuki ruang kelas terlebih dahulu berdo’a sesuai ajaran agama masing-masing siswa dalam pengawasan guru.*** (War)
