Terkait Sidak Pasar Ditemukan Harga Beras Bulog di Atas HET, Pengamat: Yang Bermain Harus Ditindak

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah 1 Ridho Pamungkas bersama Kasubdit 1 Indag Polda Sumut AKBP Bambang Rubianto, Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Sujiatmiko, beserta perwakilan Bulog Divre Sumut melakukan tinjauan lapangan terkait ketersediaan pasokan dan harga beras di Pasar Petisah dan Pasar Simpang Limun, Medan menjelang Ramadhan 1445 Hijriah.
MEDAN: koranmedan.com
Pengamat yang juga praktisi hukum Effendi, SH berharap agar Satgas Pangan bertindak tegas terhadap oknum yang bermain sehingga menyebabkan harga beras Bulog di pasar dijual di atas harga Eceran tertinggi (HET).
“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, karena itu aparat pemerintah terkait yang berurusan dengan masalah bahan pangan harus melakukan penindakan yang tegas terutama terhadap oknum-oknum yang bermain,” ungkap Effendi SH menjawab Koranmedan.com di Medan, Ahad (3/2/2024).
Seperti diberitakan, Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah 1 Ridho Pamungkas bersama Kasubdit 1 Indag Polda Sumut AKBP Bambang Rubianto, Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Sujiatmiko, beserta perwakilan Bulog Divre Sumut melakukan tinjauan lapangan terkait ketersediaan pasokan dan harga beras di Pasar Petisah dan Pasar Simpang Limun, Medan menjelang Ramadhan 1445 Hijriah.
Tinjauan lapangan dilakukan dalam rangka pemantauan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) jelang Ramadhan dan Idul Fitri di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Apalagi diketahui, Badan Pangan Nasional telah menetapkan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog dengan harga Rp11.500 per Kg untuk zona 2 (meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, dan Kalimantan).
Namun berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan di Pasar Simpang Limun, ditemukan beras SPHP Bulog dijual secara eceran dengan karung lain di kisaran harga Rp13.500-Rp14.000 per Kg.
Pedagang yang ditemui mengaku memperoleh beras dari agen atau tidak langsung dari Bulog dengan harga Rp620.000 per karung isi 50 kg atau Rp12.400 per Kg, sehingga tidak mungkin bisa menjual sesuai HET. Sedangkan untuk beras SPHP kemasan 5 Kg dijual dengan harga Rp64.000 atau setara Rp.12.800/Kg.
Sedangkan untuk pantauan di Pasar Petisah diketahui harga beras medium Rp14.000-Rp15.000 per Kg. Sedangkan beras premium dijual di harga Rp17.000 per Kg.
Pedagang mengaku mereka tidak menjual beras SPHP dari Bulog karena untuk pendistribusian beras SPHP Bulog dilakukan lewat mekanisme operasi pasar yang diadakan PD Pasar dan PT Pilar selaku distributor.
Dari sisi pasokan, pedagang mengaku tidak mendapat masalah untuk memperoleh pasokan, hanya harga dari pemasok memang sudah tinggi. Dibanding pekan sebelumnya, harga beras juga telah mengalami penurunan dimana pedagang pernah menjual di harga Rp15.500 per Kg.
Diprediksi harga beras akan mengalami penurunan seiring masuknya masa panen raya yang diperkirakan terjadi di bulan Maret sampai Mei 2024.
Menanggapi temuan tersebut, Ridho Pamungkas mengatakan, ini menunjukkan masih terdapat masalah dalam pendistribusian beras SPHP Bulog.
Dari pengakuan pedagang, mereka mendapatkan harga yang tinggi dari agen, apakah benar agen yang mengambil margin tinggi dengan memanfaatkan disparitas harga antara harga pasar beras dengan harga beras Bulog, masih dilakukan penjajakan.
“Hal ini menyebabkan tujuan Bulog menggelontorkan beras ke pasar untuk mengendalikan harga tidak tercapai” ungkap Ridho.
Guna mendalami informasi lebih lanjut, KPPU Kantor Wilayah I akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 5 Maret 2024 dengan menghadirkan Satgas Pangan polda Sumut, Bank Indonesia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta para pelaku usaha kilang beras, distributor, hingga pengecer.*** (SB/War)
