Penggalangan Koin KB-PADS, Asisten Pemko, Polisi dan Warga Ikut Berdonasi
T.BALAI: koranmedan.com
Koalisi Besar Pemuda Anti Diskriminasi Sosial (KB-PADS), Kamis (7/3/2024) melakukan aksi penggalangan koin di depan rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.
Penggalangan koin tersebut merupakan aksi prihatin atas dilaporkannya keluarga bayi pasien pengguna kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang meninggal beberapa pekan lalu di Rumah Sakit Umum Daerah dr Tengku Mansyur (RSUDTM) Kota Tanjungbalai.
Kordinator KB-PADS Mahmudin dan Alrivai Zuherisah menyatakan penggalangan tersebut merupakan inisiasi atas matinya hati nurani dr. Tengku Mestika Mayang sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur (RSUDTM), karena telah melaporkan keluarga dari bayi yang meninggal atas dugaan perusakan properti RSUDTM ke Polres Kota Tanjungbalai.
“Kami melakukan penggalangan koin ini atas nama masyarakat untuk membantu mengganti properti rumah sakit yang rusak berupa regulator oksigen. Yang mana pihak RSUDTM telah melaporkan keluarga bayi pasien JKN/BPJS sebagai terduga pelakunya,” sebut Mahmudin alias Kacak Alonso kepada wartawan di lokasi penggalangan koin.
Sementara Alrivai Zuhairisyah menambahkan, penggalangan koin tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena pihak rumah sakit malah melaporkan keluarga pasien yang melakukan kritikan atas pelayanan yang mereka terima dari pihak RSUDTM.
“Penggalangan koin ini adalah bentuk kekecewaan kami, karena dugaan perusakan itu belum tentu dilakukan oleh keluarga pasien” ujar Alrivai Zuhairisyah.
Berdasarkan pantauan dan catatan, donasi koin yang digelar KB-PADS terlihat jajaran PJU Polres Tanjungbàlai, Asisten III Pemko Tanjungbalai serta warga yang melintas turut memberikan donasi, dengan jumlah yang terkumpul senilai Rp1.500.500,- untuk mengganti kerugian alat RSUD Dr.Tengku Mansyur sebesar Rp1.500.000,- sebagaimana tercantum dalam laporan polisi.
Keluarga Pasien Bantah Lakukan Perusakan
Terkait perusakan properti RSUDTM, Rose Marpaung salah satu kerabat dari Karmila membantah pihak mereka ada melakukan perusakan regulator oksigen RSUDTM.
Bantahan tersebut juga disampaikan Karmila didampingi Rose Marpaung ketika ditemui wartawan di depan rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai bersamaan aksi unjukrasa yang digelar KB-PADS.
Rose malah menyatakan, pejabat di RSUDTM telah meminta maaf kepada mereka secara langsung dan menyesali kejadian tersebut, namun kenapa pihak rumah sakit masih membuat pembenaran dan melaporkan mereka ke polisi.
“Tidak, tidak ada (terkait perusakan, red) pak, pihak pejabat rumah sakit sudah datang dan meminta maaf kepada kami, dan menyesali akan adanya kelalaian tersebut. Tapi justru sebaliknya tidak mengumumkan ke publik dan tetap masih membenarkan diri dan malah melaporkan kami,” sebut Karmila dan Rose Marpaung.*** (Syafrizal)
