Kapoldasu dan Pangdam I/BB Diminta Tertibkan Penambang Ilegal di Kotanopan
MANDAILING NATAL: koranmedan.com
Kapolda Sumut, Irjen Pol Teguh Setya Imam Efendi dan Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Mohammad Hasan diminta segera menertibkan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat ekskavator di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Sebab, dampak dari aktifitas PETI di Kecamatan Kotanopan dapat merusak lingkungan dan hancurnya pengairan sawah di 3 Kecamatan yang dialiri sungai Batang Gadis.
Informasi yang dihimpun wartawan, para pelaku tambang selalu mengatasnamakan ekonomi masyarakat dan mau Lebaran agar aktifitas PETI dengan alat berat ekskavator itu bisa beroperasi. Padahal apabila masyarakat ingin mencari rezeki bisa menggunakan cara tradisional dengan mendulang.
Zakaria Rambe Minta komitmen Kapolres Madina Terkait Berantas PETI Kotanopan
Menanggapi hal tersebut Ketua Jaringan Masyarakat Pengamat Kepolisian Sumut, Zakaria Rambe, SH sangat mempertanyakan Komitmen Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SIK dalam memberantas PETI di Kotanopan. Sebab tampaknya saat ini tak menjadi ancaman lagi bagi para pelaku kegiatan ilegal tersebut.
Buktinya hingga saat ini, kegiatan ilegal di Kotanopan masih berlangsung. Bahkan, tampaknya Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh hingga saat ini tak memiliki kekuatan untuk memberantas kegiatan ilegal yang notabene jelas merusak lingkungan.
Zakaria Rambe, SH yang juga menjabat Dewan Kehormatan Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM) itu menegaskan, seharusnya Kapolres membuktikan ucapannya. Karena dinilai Kapolres Madina harus bisa menjaga citra baik Kepolisian.
Zakaria pun menjelaskan, jika alasan menjelang lebaran. Seharusnya Kapolres tetap bersikap tegas dan tidak plin-plan terhadap penegakan hukum. Apalagi, kegiatan ilegal.
Sementara Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SIK ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp menjelaskan bahwa saat ini dirinya sedang tugas luar menghadiri Dertijab di Polda Sumut.
Dalam pengakuannya beliau menuturkan bahwa sudah mendapatkan informasi terkait aktifitas PETi Kotanopan yang beroperasi kembali dalam beberapa hari ini. Dan untuk ini sudah membentuk tim.
“Terkait PETI Kotanopan ini saya udah membentuk tim dan sekarang akan langsung menuju lokasi penambangan,” sebutnya.
Kemudian lanjut Kapolres, pihaknya juga telah melengkapi Laporan Intelijen (LI) untuk diajukan ke Kapolda Sumut. Dan siapa nama-nama pemainnya juga sudah lengkap.
“Untuk nama-nama pemainnya sudah saya kantongi semua,” tutur Arie Paloh mengakhiri.
Berdasarkan informasi, saat ini puluhan alat berat kembali melakukan kegiatan ilegal di Kotanopan. Dan para pemain atau penambang tersebut diduga kuat dibeking oleh oknum aparat.
Selain itu, berdasarkan informasi masyarakat, kegiatan ilegal itu pun dilakukan terus menerus baik siang maupun malam hari. Bahkan diduga untuk menghindari petugas, kegiatan ilegal tersebut tidak dilengkapi lampu penerangan.*** (TIM)
