Digelar di Puncak Sorik Marapi Mandailing Natal, Sekda Resmi Buka MTQ Ke-23

Sekda Madina Alamulhaq.
MANDAILING NATAL: koranmedan.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Alamulhaq secara resmi Senin malam (29/4/2024) membuka perhelatan Mushabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tahun 2024 dengan tema” Tingkatan Pendalaman dan Pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Bermasyarakat Mewujudkan Revolusi Mental Menuju Insan Qur’ani”.
Musabaqah ke-23 tersebut dilaksanakan di Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) diikuti oleh Qori dan Qoriah dari berbagai Kecamatan se Kabupaten Mandailing Natal mulai 29 April hingga 2 Mei tahun 2024.
Sekda Alamulhaq mengatakan, tujuan dilaksanakan MTQ untuk menciptakan generasi Qur’ani dan handal juga berahlaktul karimah. “Perlombaan ini sebagai ajang meraih prestasi sekaligus bertujuan mensyiarkan Islam secara luas ke tengah-tengah masyarakat,” sebut Sekda.
Ia juga menyampaikan, syiar Islam telah berkembang pesat ke seluruh pelosok di Kabupaten Mandailing Natal. “Syiar dan dakwah Islam serta Al-Qur’an telah membumi di Kabupaten kita ini,” ucapnya.
” Untuk itu mari Mushabaqoh ini benar-benar kita hayati dan diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ajaknya.
Kemudian ia berharap semoga dalam eveny ini lahir Qori dan Qoriah yang mewakili Bumi Gordang Sambilan ini berprestasi di tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) maupun Nasional.
“MTQ ini merupakan pondasi untuk menjadikan masyarakat terutama generami muda berubah ke arah yang lebis Islami guna mewujudkan madina menjadi kabupaten yang bersyukur dan berbenah, serta mengharumkan daerah masing-masing,” ungkap Sekda Alamuhaq.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana MTQ Bahrudin Juliadi yang merupakan Kabag Kesra Madina mengatakan, banyak hadiah menarik yang telah disiapkan bagi pemenang. “Kita telah menyiapkan 3 paket Umroh berangkat ke Tanah Suci bagi pemenang terbaik Tahfiz Qur’an, dan kategori lainnya,” kata Bahrudin.
“Ada 9 cabang yang kita perlombakan mulai dari musabaqah, qira’at Qur’an, hapalan Alqur’an, fahmil Qur’an, Seni Kaligrafi dan karya tulis ilmiah berbasis Alqur’an,” jelas Bahrudin Juliadi.*** (AFS)
