Kloter 15 Asal Mandailing Natal II Warnai Dialeg Bahasa Daerah di Asrama Haji Medan
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utami Nasution menyerahkan surat kepercayaan kepada Ketua kloter 15 H Sultoni Trikesuma.
MEDAN: koranmedan.com
Suasana Asrama Haji Medan, Selasa (27/5/2024), baik di aula penerimaan jemaah dan hotel Madinah Hujjaj tempat jemaah menginap serta ruang makan Asrama Haji Medan, sedikit berbeda dari hari sebelumnya. Dialeg bahasa daerah “Bahasa Mandailing” terdengar begitu jelas, ketimbang bahasa Indonesia.
Betapa tidak calon haji yang hadir adalah jamaah berasal dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kedatangan jamaah haji kloter 15 ini merupakan gelombang II. Jadi, tidak heran apabila jamaah asal daerah ini bahasa Mandailing lebih dominan. Kedatangan kali ini terasa lebih terdengar dialeg bahasa daerah, mengingat jemaah Madina ini sebagian besar dari daerah Kecamatan yang jauh dari pusat kota Panyabungan. Dialeg bahasa daerah bukan hanya sesama jemaah saja, tapi pihak panitia Asrama Haji Medan yang kebetulan berasal dari daerah Mandailing, ikut menggunakan bahasa daerah dalam memberikan pelayan terhadap jamaah.
Beberapa petugas yang dihubungi tak membantah apabila jsmaah asal dari Tapanuli Selatan , Padangsidempuan dan Padanglawas. Dialeg bahasa daerah cukup kental terdengar. Hal ini dimaklumi karena tak sedikit jamaah yang kurang lancar berbahasa Indonesia. Sehingga demi kelancaran pelayanan bagi jamaah tak heran banyak petugas haji yang ikut berbahasa daerah Mandailing walau agak terbata-bata.
“Yang penting pelayanan lancar dan jamaah senang kita dapat berbahasa daerah asal mereka,” ungkap salah seorang petugas haji di lokasi penerimaan.
Salah seorang petugas haji derah, H. Sultani Trikesuma, yang ikut dalam Kloter 15 ini saat ditanya tentang kentalnya penggunaan bahasa daerah dalam kloter 15, ia menyambut positif langkah itu dilakukan demi kelancaran pelayanan terhadap jamaah, sehingga mereka merasa silaturrahim terasa akrab seakan satu kampung.
Dalam kloter 15 ini H Sultoni yang merupakan Wakil Ketaua Baznas Sumut, merupakan petugas daerah asal Medan, juga paham bahasa Mandailing, sehingga ia akan mampu berparstisipasi dalam pelayanan bagi jamaah nantinya bersama petugas lain dari daerah Kabupaten Mandailing Natal.
Diketahui Calhaj Kabupaten Madina pada musim haji tahun ini sebanyak tiga gelombang ke Asrama Haji Medan dengan jumlah jamaah keseluruhan sebanyak 760 orang. Untuk gelombang III jamaah asal Madina ini akan datang pada Kloter 21 dengan 56 jemaah.
Pada kloter 15 ini jemaah tertua Ali Muddin Nasution, 84 tahun dan termuda Riduon Syah 24 tahun.
Pemberangkatan kloter 15 dari Asrama haji Medan dilepas Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utami Nasution pada dinihari.*** (Husni AS)
