Dinilai Menyalahi Regulasi, Panpel O2SN Cabor Karate Tingkat SMA se-Deli Serdang Tak Profesional
LUBUKPAKAM: koranmedan.com
Panitia pelaksana (Panpel) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) Karate tingkat SMA/sederajat se-Deliserdang 2024 dinilai tak profesional, karena menyalahi regulasi yang ada.
Protes itu disampaikan salah seorang pelatih dari tim peserta, Espri Yanto Munthe SPd.I, saat mendampingi anak didiknya di kejuaraan tersebut di GOR Lubukpakam, Deliserdang, Rabu (29/5/2024).
Kekecewaan Espri terhadap Panpel tak lepas karena juri-wasit di event itu tak sesuai prosedur yang ada, sehingga hasil dari kejuaraan ini rentan akan manipulasi.
“Saya pribadi sudah sering mendampingi anak-anak saya untuk ikut berbagai macam turnamen karate, tapi di O2SN kali ini Panpel terlihat tak profesional,” tegas Espri saat dikonfirmasi awak media, Rabu (29/5/2024) malam.
Kekhawatiran Espri ini dikarenakan pihak Panpel ternyata tak mendapatkan rekomendasi dari pihak federasi, yakni Pengkab Forki Deliserdang untuk penugasan juri-wasit.
“Ternyata pihak Panpel tak mendapatkan rekomendasi untuk penugasan juri-wasit dari Forki (Deli Serdang), sehingga hasil dari event ini sangat rentan akan manipulasi dan merugikan peserta,” ucapnya.
“Sepengetahuan saya, setiap ada event atau kejuaraan karate itu wajib mendapat rekomendasi dari Forki. Bahkan banyak para pelatih, guru hingga orangtua yang protes soal ini sampai malam ini,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahkan ada oknum dari KONI Deliserdang yang sangat arogan di event ini, sehingga tak mau menggubris protes dari para pelatih.
“Saya sangat menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi, bahkan ada oknum dari KONI Deliserdang yang terlihat sangat arogan,” tegas Espri kecewa.
“Katanya olahraga menjunjung sportivitas, tapi bagaimana mau olahraga kita mau maju kalau hal-hal seperti ini pun masih dicederai,” pungkasnya.*** (War)
