Serba-serbi Pemberangkatan Haji: Pemasok Haji Terbanyak Kota Medan 2.515 Orang, Terkecil Humbahas 1 Orang
Kloter 25 asal Kota Medan pada pemberangkatan terakhir di Asrama Haji Medan.
MEDAN: koranmedan.com
Selesainya proses penerimaan Calon Jamaah Haji (Calhaj) musim haji tahun 2024 pada Ahad/Minggu (9/6) di Asrama haji Medan sebanyak 25 Kloter. Tercatat Kota Medan merupakan pemasok haji terbanyak dalam mengisi kuota haji Sumatera Utara dengan jumlah Calhaj sebanyak 2.515 orang. Sedangkan pemasok haji terkecil adalah dari Kabupaten Humbahas, hanya 1 orang jamaah. Demikian data dihimpun Koranmedan.com di Asrama Haji Medan.
Dari data Pengelompokan Kloter yang diterbitkan P3IH Embarkasi Medan, selama penerimaan Calhaj di Asrama Haji Medan, tercatat dari 25 kloter pada musim haji 2024, Calhaj asal kota Medan berada diurut pertama, sebanyak 2.515 orang dari 15 Kloter. Tingginya Calhaj asal Medan dengan masa tunggu 12 tahun dikarenakan ketentuan pendaftaran haji ketika itu masih adanya mutasi pendaftaran dari daerah berdekatan dengan kota Medan. Yaitu Kabupaten Deli serdang dan daerah lainnya. Selain itu mudahnya mendapatkan dana talangan haji dari bank di Kota Medan.
Adapun diurutan kedua yaitu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), telah memberangkatkan jemaahnya sebanyak 760 orang, meliputi dua kloter lebih. Sedang diurutan ketiga Kabupaten Deliserdang sebanyak 676 orang meliputi pemberangkatan dua kloter. Diurutan keempat Kota Padangsidempuan, sebanyak 494 orang. Sedang Kabupaten/ Kota, lainnya kurang dari 400 orang.
Daerah Minoritas
Rendahnya angka pemasok haji dalam memenuhi kuota haji Sumatera Utara yang berjumlah sekitar delapan ribu lebih, umumnya dari Kabupaten /Kota di Sumut berpenduduk minoritas muslim. Ini terbukti dari Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) hanya 1 orang jamaah haji yang berangkat haji. Bahkan ada Kabupaten /Kota sama sekali tidak memberangkatkan jamaah hajinya. Seperti Nias Barat, Samosir dan Nias Selatan.
Kanwil Kemenagsu H Ahmad Qosbi SAg.MM yang ditanyakan terkait minimnya Calhaj dari derah tersebut, menurutnya karena daerah tersebut merupakan minoritas muslim. Apalagi jamaah haji yang berangkat tahun ini ada yang masa tunggunya hingga 12 tahun.
Sementara itu daerah – daerah minoritas muslim tersebut merupakan daerah pemekaran, yang ketika itu belum ada kantor Kemenag yang melayani pendaftaran haji.
Disebutkannya setelah adanya kantor Kamenag diseluruh Kabupaten/Kota di daerah monoritas muslim itu, kini sudah ada calon jamaah daftar tunggu. “Sekarang di seluruh kantor Kamenag minoritas muslim sudah ada pendaftar calon haj,” kata Ahmad Qosbi.
Adapun daerah tergolong minoritas muslim yang berangkat haji tahun 2024 ini, Kabupaten Toba 3 orang, Kota Gunung Sitoli 12 orang, Nias Utara, 2 orang, Dairi 18 orang dan Pakpak Barat 6 orang.
Data lain tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) yang terbanyak mampu menghimpun Calhaj yaitu KBIHU Multazam Asy Syafii 244 orang, Al Muchtar 228 orang. Al Abidin 203 orang, Al Adauiyah 193 orang, Hijir Ismail 128 orang, Mukarraomah 110 orang dan Muhammadiyah 105 orang.*** (H.Husni AS)
