Kloter 01 Asahan Kembali Ke Tanah Air,
Tiga Jamaah Wafat di Tanah Suci
Para pejabat saat menyambut kedatangan kloter 01 dan jamaah sedang menaiki Bus.
MEDAN: koranmedan.com
Kloter 01 asal Kabupaten Asahan telah kembali ke tanah air, Senin (24/6/2024) pukul 02.30 WIB dini hari mendarat di Bandara KNO Deliserdang.
Kedatangan Kloter 01 ini sesuai estimasi yang dihadwalkan. Selanjutnya jamaah langsung dibawa ke Asrama haji Medan disambut lantunan azan subuh. Tampak hadir menyambut kedatang tamu-tamu Allah itu, Pj Gubsu diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Agus Priyono SE,M.Si, Kakanwil Kemenagsu selaku Ketua P3IH Embarkasi Medan H.Ahmad Qosbi, Wakil Bupati Asahan Taufiq Zainal Abidin dan pejabat P3IH serta Kandepag Asahan.
Pj Gubsu dan Ketua P3IH Embarkasi Medan berharap sekembali para jamaah haji Kloter 01 Asahan dapat menjadi tauladan di masyarakat sehingga tercipta peningkatan keimanan ketaqwaan sebagai hasil berhaji yang diperoleh yakni haji yang mabrur.
Usai pelepasan jamaah di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, jamaah langsung memasuki bus untuk kembali ke Kisaran. Seluruh jamaah haji asal Asahan juga disambut meriah dan selanjutnya masing-masing kembali ke rumah masing-masing.
Tiga Jamaah Wafat
Kloter 01 asal Kabupaten Asahan dengan TPHI Taufik Nabhan Pohan, saat diberangkatan berjumlah 360 orang terdiri 352 jemaah, 2 petugas , 3 tenaga kesehatan 4 PHD. Ternyata di tanah suci tiga jamaah wafat. Yaitu Ahmad Faisal Sinaga (56 th) manifes 301wafat Ahad (16/6/2024) di jalur Jamarat Mina dengan diagnosa asma. Syaimah Damanik ( 94 Th) wafat Ahad (16/6) di Pos Kesehatan Mina akibat Cardiase, jantung. Ngatunah Tukimin ( 60 th) manifes 316 wafat Ahad (23/6/2024) di RSAS akibat jantung.
Sebelum meninggalkan asrama haji petugas kesehatan Embarkasi Medan, mengimbau jamaah, sesampai di tempat tinggal, bisa menghubungi Puskesmas setempat bila mengalami ganguan kesehatan untuk melakukan pengobatan, paling lama satu minggu setelah sampai.
Pada kesempatan lain salah seorang jamaah, Riski, 35 tahun, berharap untuk masa mendatang perlu perbaikan dalam pelayanan haji di tanah suci. Menurutnya, saat mereka tiba di Makkah, pada malam hari dan paginya akan melaksanakan umrah wajib, Ternyata , beberapa petugas tak terlihat. Sehingga kami dibimbing Ketua regu yang juga seperti kami yang baru kali pertama berhaji. Akibatnya banyak jamaah terpisah, “Bayangkan sebagian jamaah melaksanakan umrah sejak pagi hingga sore baru selesai,” ungkapnya saat ditemui di Asrama Haji Medan. Untuk itu ia berharap perlu perbaikan terhadap petugas yang diberikan amanah dalam membimbing di tanah suci. “Kami tidak punya KBIH mendampingi di tanah suci dan mengharap bimbingan petugas , tapi nyatanya sang petugas datang siang hari,” katanya.*** (H. Husni AS)
