Pemulangan Kloter 02 asal Medan Terlambat 5 Jam

Oleh-oleh termos kuning dari tanah suci yang sempat dibeli jamaah, dan Air Zam-zam untuk jemaah haji kloter 02.
MEDAN: koranmedan.com
Pemulangan jamaah haji Kloter 02 asal Kota Medan sebanyak 359 orang terlambat tiba di Bandara KNO Deliserdang sekitar 5 jam, Selasa (25/6/2024) pukul 07.50 wib.
Keterlambatan kepulangan jamaah asal kota Medsn ini tiba di bandara KNO. Keterlambatan ini akibat terjadi delay (tunda penerbangan) di Bandara Madinah Arab Saudi.
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Syaiful Mujab dalam keterangannya lewat Media Center Haji (MHC) Embarkasi Medan, sangat menyayangkan terjadinya delay terhadap penerbangan Kloter 02 asal Embarkasi Medan, Ia meminta pihak Garuda bertangungjawab dan profesional.
Diketahui Kloter 02 asal Medan tergabung dalam kelompok gelombang pertama, ternyata pemulangan ke tanah air tidak melalui bandara Jeddah. Melainkan 359 jemaah tersebut diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah dan selanjutnya menuju tanah air. Sebelumnya Kloter 01 asal Kabupaten Asahan yang juga tergabung pemberangkatan gelombang satu, kemarin meninggalkan Arab Saudi dari Bandara Jeddah dan tiba di Bandara KNO tepat waktu. Dijadwal Kloter 02 tiba di KNO pukul 04.50 WIB.
Menurut TPIHI Kloter 02 DR. H. Hasrat Efendi Samosir MA saat ditemui setiba di Asrama Haji Medan menyebutkan, jamaah kloter 02 saat diberangkatkan sebanyak 359 orang dan kembali dalam keadaan utuh.” Kami kembali dalam keadaan utuh,” tegasnya.
Ditanya soal pelayanan bagi jamaah selama di tanah suci, lelaki yang diketahui aktif di organisasi Muhammadiyah Sumut itu mengatakan, pelayanan baik. Hanya saja saat ia memberi penjelasan agak lama memberikan respon dan tidak menyebutkan tentang kekurangan pelayanan selama di tanah suci “Namanya manusia pasti ada kekurangan,” jelasnya.
Diketahui dalam Kloter 02 tersebut tergabung KBIH Muhammadiyah sebanyak 105 orang.
Termos Kuning
Dari Pemulangan Kloter 02 di Asrama Haji Medan tidak terlihat lagi cerek kuning yang ditenteng jamaah saat turun dari bus setiba di Asrama Haji Medan. Dari 359 jamaah haji yang memasuki aula penerimaan jemaah hanya seorang ibu tampak menyandang termos kuning di lehernya. Sang ibu dengan manifes 174 yang mengaku berasal dari Aceh Singkel sengaja membeli termos kuningan tersebut di Makkah dengan harga 10 rial. “Ini oleh-oleh untuk anak, sengaja saya beli di Makkah, walau mungkin di Medan ada dijual ” ungkapnya yang diaminkan oleh suaminya H. Arifin.
Menurut H Arifin 12 tahun lalu ia mendaftar haji di Medan, walau ia warga Aceh Singkil. Pemberangkatanya menuju tanah suci melalui KBIH Al Muchtar. Selama di tanah suci ia merasa mendapat pelayanan yang cukup baik dari sesama jemaah dan petugas kloter. Ia mengakui membawa sedikit oleh -oleh di simpan dalam koper dan termos kuningan yang dibawa isterinya.
Saat ditanya berapa ia membawa uang untuk keperluan di tanah suci, termasuk untuk beli oleh -oleh dari tanah suci. Dengan berbisik dia mengatakan sedikit saja. “Kami masing-masing bawa uang sekitar 7 juta, untuk keperluan di tanah suci dan beli oleh-oleh,” ungkapnya.
H. Airfin yang berbadan kecil itu tampak gembira saat berbincang dengan wartawan Koranmedan.com. Ia mengaku puas dalam menunaikan ibadah haji dan mampu melaksanakan seluruh wajib dan sunnah haji. “Saya puas dengan keberangkatan haji ini” ungkapnya.*** (Husni AS)
