Kloter 17 Kembali Ke Tanah Air,
Jamaah Termuda dan Tuna Netra Koreksi Kamar Mandi Wanita


Jamaah termuda Nahla Asla (foto atas) dan jamaah Tuna Netra Putri Hermawan.
MEDAN: koranmedan.com
Kloter 17 asal Binjai dan Medan, Sabtu (13/7/2024) kembali ke tanah air dengan selamat mendarat di KNO pukul 10.43 WIB, dan tepat waktu sesuai jadwal walau singgah di India untuk mengisi bahan bakar. Kloter 17 ini membawa jamaah j
haji sebanyak 360 orang, meliputi jemaah asal Binjai, 304 orang, Medan 47 orang dan Deliserdang 1 orang dan 8 orang petugas haji pusat maupun daerah.
Dengan kembalinya jamaah haji Kloter 17 Embarkasi Medan ke tanah air, sisa jamaah haji asal Sumut di tanah suci tinggal 2.633 dari 8.697 jamaah yang diberangkatkan pada musim haji tahun 2024 .
Seperti biasanya penyambutan di Asrama Haji terlihat pejabat dari Binjai yaitu Walikota Binjai Drs Amir Hamzah M.AP, mewakili Pejabat Provinsi Sumut, KTU Depagsu H.Muhammad Yunus, Sekretaris P3IH, Dr. Drs. Zulfan Effendi M.Si, dan beberapa Kandepag dari asal jamaah.
Hj Nahla Asla (19), jamaah termuda pada Kloter 17 sempat memberikan koreksi dalam pelayanan haji di Arafah, khusus masalah kamar mandi wanita, yang tidak memadai sehingga jamaah harus antri cukup panjang dalam mendapatkan kamar mandi. Akibatnya banyak kegiatan ibadah terganggu. Seharus pihak panitia haji di tanah suci harusmemperhitungkan kamar mandi untuk wanita dengan tidak menyamakan dengan kamar mandi pria. “Ini koreksi kita,” tutur Nahla yang duduk di salah satu Fakkultas Kedokteran di Medan. Sedangkan pelayanan lain, kata Nahla, dirasakan cukup baik sehingga jamaah dapat melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji. Ia sangat merasakan nikmatnya berhaji. Kenikmatan itu tak dapat dikatakan dengan kata-kata dan ia menambahkan bahwa punya doa khusus, di beberapa tempat yang mustajab. Namun, enggan menyebut doa khusus yang dipanjatkan, “Doa khusus itu rahasia dong, ” kilahnya. Tapi yang menarik dari tekad remaja berkulit putih itu, yaitu sangat berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji lagi. Ia siap menungg walau 10 tahun kemudian baru bisa mendaftar dan menunggu 30 tahun lagi . ‘Jadi dihitung bisa di usia 59 tahun nanti insya Allah berangkat haji lagi di usia 59 tahun. Mohon doakan rencana ini terkabul,” ungkapnya.
Sementara Putri Hermawan ( 21) jamaah tuna netra asal Binjai juga mengkoreksi panjangnya antrian bagi jamaah wanita dalam membutuhkan kamar mandi. ia berharap menjadi perhatian serius penyelenggara haji di tanah suci masa mendatang. Kebutuhan kamar mandi wanita dengan kamar mandi pria sangat berbeda. Putri yang mengaku mendaftar haji bersama kedua orangtuanya, hanya saja keberangkatan haji merupakan hadiah sebagai juara hafiz 10 zus tahun 2017, baik tingkat Kota Binjai maupun Provinsi Sumatera Utara. Dalam menunaikan ibadah haji semua berjalan lancar karena ia mendapat bimbingan dan pelayanan selama menunaikan haji. Putri Hermawan yang mengaku SD dan SMP di sekolah negeri Binjai serta SMA di Sekolah Muhammadiyah Binjai. Ia belum berhasil meraih prestasi di tangkat Nasional di Manado Seperti tahun 2016 di Manado. Namun, untuk kelompok mahasiswa, Ia tiga kali sebagai juara nasional tahfiz 10 juz.*** (H. Husni AS)
