Pemkab Dairi Fasilitasi Jamaah Haji,
Annisya dan Raudiyah Selesaikan Amanah
Jamaah Haji Dairi foto bersama di Asrama Haji Medan sebelum kembali ke daerahnya.
MEDAN: koranmedan.com
Kloter18 Embarkasi Medan, Ahad (14/7/2024) telah kembali ke tanah air dengan selamat. Kedatangan jamaah Kloter 18 ini di Asrama Haji Medan langsung disambut Ketua PPPIH Sumut yang juga Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi dan berapa petugas haji lainnya.
Dalam Kloter, terdapat jamaah haji asal Tapteng 223 orang, Medan 105 dan 18 orang jamaah haji asal Kabupaten Dairi dan 8 petugas haji.
Mengingat jamaah haji asal Dairi terkecil jumlahnya dibanding dua daerah lainnya, pihak panitia pemulang jamaah Haji Embarkasi Medan memberikan kesempat awal untuk meninggalkan Asrama Haji.
Menurut Kasi Haji dan Umrah Kamenag Kabupaten Dairi, M Sanif mewakili Kakan Kemenag Dairi, Riswan Gajah yang menunaikan ibadah haji bersama 18 jamaah haji Dairi menyebutkan pihak Pemkab Dairi memberikan fasilitas terhadap pemulangan dan pemberangkatan jamaah haji asal Dairi.
Ia menyebutkan untuk memberikan pelayanan kepada l18 jamaah haji Dairi, sebanyak 11 petugas dikirim khusus ke Medan. Sesampai di Dairi Jamaah akan disambut Bupati Dairi Charles Bancin dan pejabat Pemkab Dairi dalam suatu upacara. Untuk memperlancar pemulangan jamaah pihak Pemkab menyediakan Patwal, ambulans dan bus membawa jamaah. “Kita berterima kasih atas partisipasi yang tinggi dari Pemkab Dairi terhadap pemulangan jamaah haji ” ungkapnya.
Bila dilihat jumlah penduduk muslim di Kabupaten Dairi hanya 30 puluh persen. Namun pihak Pemkab tidak melihat jumlah minoritas dan tetap memberikan pelayanan bagi jamaah haji Dairi secara maksimal. “Semua dana berkaiatan pemulangan jemaah asal Dairi ditanggung Pemkab Dairi,” tutur M.Sanif.
Alhamdulillah Sudah Dilaksanakan
Diketahui pada pemberangkatan Kloter 18 ini, dari 18 jamaah asal Dairi, terdapat dua remaja jamaah haji pengganti orang tua mereka meninggal sebelum pemberangkatan. Ramansyah Rambe wafat tahun 2020 dan Lasmaini Banuarea wafat 2022 akibat kecelakan lalulintas. Untuk penggantinya ditunjuk anak kandungnya, Annisyah Rambe dan Raudiyah Hasanah Rambe.
Ketika ditemui di Asrama Haji Medan, Anisyah Rambe hanya mengucapkan perkataan singkat, “Alhamdulillah Lega”. Lega yang ia maksud mereka sudah melaksanakan amanah yang dibebankan untuk berhaji sebagai pengganti kedua orangtua mereka. “Kami berdoa semoga Allah memberi keampunan kepada keduanya dan amal kebaikan diterima di sisi Nya,” tutur Annisyah.
Lebih lanjut dituturkan setelah berhaji segala ibadah yang kami lakukan akan dipersembahkan untuk kedua orangtua dan doa kami di tanah suci anak-anaknya dapat berbakti bagi keluarga dan masyarakat. “Ini doa yang kami panjatkan di tanah suci,” ungkap Raudiyah alumni Fakultas Kehutan Universitas Sumatera Utara (USU).*** (H Husni AS)
Annisya (baju hitam ) bersama jamaah lainnya.
