Dua Perusahaan Plat Merah Meminta Maaf Atas Ketidaknyamanan Konsumen di Tanjungbalai
ilustrasi.
T.BALAI: koranmedan.com
Pihak PT PLN (Persero) ULP Tanjungbalai memohon maaf atas dilakukannya pemadaman arus daya listrik selam 8 jam di seluruh wilayah Kota Tanjungbalai mulai pukul 8.00.WIB sampai pukul 16.00.WIB.
Kepala PT PLN (Persero) ULP Tanjungbalai Harry Marbun kepada wartawan menyebutkan pemadaman tersebut dilakukan untuk pemeliharaan rutin di Gardu Induk Tanjungbalai yang dilakukan PLN dua tahun sekali terhadap Gardu Induk Tanjungbalai yang menyuplai Penyulang TG.01, TG.02, TG.03, TG.04, TG.05, dan TG.06.
“Sebelumnya kami memohon maaf atas kondisi saat ini, pemadaman arus daya listrik hari ini murni karena adanya pemeliharaan rutin terhadap gardu induk. Estimasi pemadaman tersebut selama 8 jam,” sebut Kepala PT PLN (Persero) ULPTanjungbalai Harry Marbun, Senin (15/7/2024) melalui sambungan telepon .
Sementara Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tanjungbalai Yuhdi Gobel juga menyampaikan permohonan maaf karena pelayanan distribusi air bersih PDAM Tirta Kualo untuk pelanggan yang berada di seluruh Kota Tanjungbalai dipastikan mengalami kendala akibat matinya arus daya listrik PLN selama 8 jam di Kota Tanjungbalai.
Terkendalanya pendistribusian tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai melalui pesan tertulis kepada wartawan menanggapi terjadinya pemadaman arus listrik oleh pihak PLN .
“Akibat adanya pemadaman daya listrik selama 8 kam di seluruh wilayah Kota Tanjungbalai, kami pastikan pelayanan pendistribusian air PDAM mengalami kendala. Atas kejadian ini kami memohon maaf kepada seluruh lelanggan PDAM Tirta Kualo,” ungkap Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai Yuhdi Gobel.
Yuhdi Gobel lebih lanjut menjelaskan, seluruh aktifitas pengolahan air di Water Treatment Plant (WTP) PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai menggunakan listrik PLN termasuk pompa pendorong distribusi untuk mengoperasikannya. Sehingga dengan matinya arus daya listrik PLN menyebabkan seluruh WTP dan pompa pendistribusian ikut terhenti.
“Seluruh aktifitas WTP dan pendistribusian mati total, jika arus daya listrik sudah kembali pulih. Kami dari PDAM akan segera melakukan normalisasi” sebut Yuhdi Gobel.*** (Syafrizal)
