Terima Komnas HAM, Ketua DPRD Sumut Bahas Perda Perlindungan Masyarakat Adat
MEDAN: koranmedan.com
Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Sutarto menerima Komisioner Komnas HAM Drs. Saurlin Siagian beserta jajaran di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2024).
Sutarto, menjelaskan, pihaknya menghargai dan menghormati apa yang disampaikan Komnas HAM
Ia mendorong nantinya, DPRD kembali membuka dan membahas usulan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang tata cara pengakuan, perlindungan hak dan penetapan masyarakat adat dapat terealisasi.
“Saya berharap nantinya Perda ini sebagai penyelesaian banyak konflik yang terjadi selama puluhan tahun di masyarakat adat, terutama terkait dengan hutan dan tanah adat,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Sutarto DPRD Sumut akan merampungkan dan mengesahkan sejumlah Perda, yaitu Perda Pemajuan Kebudayaan, Perda Kesehatan dan Perda Ketertiban Umum.
“Semoga, nantinya Sumut memiliki Perda pengakuan masyarakat adat yang telah kita tunggu sejak lama,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Komisioner Komnas HAM Saurlin Siagian mengatakan, sebelumya dari Koalisi Masyarakat Adat , pernah mengusulkan, perlunya Peraturan Daerah (Perda) mengenai Perlindungan Masyarakat Adat di Sumatera Utara kepada DPRD Sumut.
Selaku Komisioner Komnas HAM, Saurlin menyebut pihaknya mendorong agar DPRD Sumut, mempertimbangkan dan memberi ruang untuk membuka dan membahas kembali usulan tersebut.
“Di Sumut, acapkali terjadi masalah konflik agraria, antara masyarakat adat, pemerintah dan swasta,” katanya.
Oleh karenanya, lanjut Saurlin, dengan keberadaan Perda tersebut, diharapkan akan mengiliminir dan secara integral dapat mengambil solusi terhadap permasalahan tersebut.
Lebih lanjut, Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian mengatakan, di Sumut ada empat Perda Masyarakat Adat telah terbit, yakni, Kabupaten Langkat, Toba, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.
“Oleh karenanya perlu di tingkat Provinsi dapat dengan segera menerbitkan Perda yang sama. Karena perlindungan masyarakat adat merupakan entitas dari ketahanan nasional,” katanya.
Perda tersebut kata Saurlin, sangat penting mengingat Sumut memiliki banyak wilayah adat.
“Fungsi Perda tersebut diharapkan dapat menjadi upaya pelestarian nilai-nilai warisan leluhur serta menjadi
modal dalam pembangunan,” pungkasnya.*** (Tati R)
