MUI SU Gelar Pembinaan Ukhuwah Islamiyah bagi Siswa Aliyah
Siswa MAN 2 Model foto besama Pengurus MUI SU pada kegiatan pembinaan Ukhuwah Islamiyah.
MEDAN: koranmedan.com
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi Ukhuwah Islamiyah kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Medan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di berapa sekolah jajaran Depagsu yang ada di Kota Medan. Seperti di MAN 4 Persiapan ( MAP 4 N) dilaksanakan (15/8/2024) dibuka langsung Ketua Umum MUI SU Dr H. Maratua Simanjuntak MA.
Di hadapan puluhan siswa MAP 4 N, ia menjelasakan tentang tiga jenis Ukhuwah yang harus dilaksanakan seorang muslim yakni Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan diantara sesama orang beriman, dan sesama umat Islam.
Kemudian Ukhuwah Wathaniyah yakni persaudaraan sebangsa dan setanah air. Sedangkan Ukhuwah Insaniyah yaitu persaudaran sesama manusia.
Pada kesempatan itu ia menyebutkan tentang pentingnya menjaga salam lintas agama. MUI melalui Komisi Fatwa menegaskan bahwa ucapan salam adalah bagian dari doa yang mengandung unsur ibadah sehingga tidak boleh dicampuradukkan dengan salam agama lain, karena hukumnya haram.
“Salam tersebut adalah doa bagi pengikutnya.” tegas Maratua.
Ia menyebutkan pula tugas utama MUI yaitu sebagai mitra pemerintah memberikan nasehat dan menjaga aqidah serta ibadah umat.
Pelaksanaan pembinaan ukhuwah juga dilaksanakan di MAN 2 Model dihadiri Kepsek MAN2 Model Wuri Tan Tama Abdy, S.Pd, M.Pd serta dibuka Wakil Ketua Umum MUI SU Dr. H. Ardiansyah MA, dan unsur komisi Ukhuwah MUI yang diikuti 100 siswa MAN 2 Model (22/8/2024) di Aula MAN 2 Model Jalan Pancing Medan.
Dr. H. Ardiansyah MA saat itu mengingatkan pentingnya membina ukhuwah. Sebab dengan ukhuwah yang kuat kita akan menjadi kuat.
Ardiansyah yang juga dosen di UINSU itu menjelaskan, kuatnya ukhuwah dibangun pejuang-pejuang kemerdekaan RI yang terdiri dari ulama dan berhasil memproklamasikan Kemerdekaan RI di Rengas Dengklok Jakarta.
Bahkan kuatnya ukhuwah itu juga ditunjukan oleh Jenderal besar Panglima Jenderal Sudirman. Padahal ia berasal dari seorang guru madrasah.
Kepada pelajar ia berharap untuk membangun ukhuwah itu dimulai sejak usia dini, “Contoh Jenderal Sudirman yang mampu secara terus menerus membangun ukhuwah, sehingga jasanya ditabalkan untuk nama jalan utama di seluruh kota-kota besar di Indonesia,” ungkap Ardiansyah sembari mengajak para siswa untuk dapat mengikuti pembinaan dan sosialisasi ukhuwah Islamiyah dengan sebaik baiknya.
Pada kegiatan tersebut Kepsek MAN 2 Model ikut memberikan sambutan yang pada intinya mengingatkan para siswa MAN 2 Model kelak bisa jadi pelopor untuk membina ukhuwah di kalangan siswa di masa depan.
Sementara Ketua komisi Ukhuwah MUI SU Drs H.M Hatta Siregar SH M.Si menyebutkan, kegiatan sosialisasi bertujuan membina generasi muda Islam yang progresif dan dinamis .
“Pemuda dan pelajar sejatinya adalah tunas bangsa, namun mereka juga rentan terhadap masalah, seperti mental ilines, dekadensi moral dan tawuran,” ungkapnya.
Melalui tema “Pembinaan ukhuwah Islamiyah bagi pemuda dan pelajar Islam di Sumut kita wajudkan masa depan Indonesia yang maju dan damai”.
Kegiatan sekaligus diharapkan dapat membentuk generasi yang kuat dan harmonis.
Dalam kegiatan itu Komisi Ukhuwah menampilkan nara sumber dalam memberikan wawasan bagi peserta didik. Selanutnya Komisi Ukhuwah MUI SU akan melaksanakan kegiatan yang sama di MAN 1 Medan dalam waktu dekat.*** (H.Husni AS)
