Futsal Putri PON 2024: Jabar Kunci Juara Grup B

MEDAN: koranmedan.com
Tim futsal putri Jawa Barat (Jabar) mengunci posisi juara Grup B Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut setelah menumbangkan Papua Barat dengan skor dramatis 4-3 di GOR Futsal Disporasu, Medan Estate, Kamis (5/9/2024).
Dengan hasil ini Jabar meraih 7 poin. Sementara Papua Barat dengan koleksi 4 poin tetap lolos dengan status runner-up.
Hasil ini berarti Jabar akan menghadapi tuan rumah Sumatera Utara yang berstatus runner-up Grup A. Sementara Papua Barat bersua DKI Jakarta yang berstatus juara Grup A.
Duel Jabar dengan Papua Barat berlangsung impresif sejak awal. Kedua tim saling kejar skor. Alya Ananda Hendrita membawa Jawa Barat unggul 1-0 pada menit ke-10. Namun hanya butuh semenit bagi Maria Febriza untuk menyamakan skor.
Bahkan Papua Barat berbalik unggul leat gol Maria Theresia menit ke-19. Skor 2-1 bertahan hingga jeda.
Di paruh kedua, Jabar kembali bangkit. Ikeu Rosita menyamakan skor menjadi 2-2 saat babak kedua baru berjalan 3 menit. Semenit kemudian kapten Novita Murni membalikkan keadaan lagi.
Maria Febriza tak mau tinggal diam dan membawa Papua Barat menyamakan skor menjadi 3-3 menit ke-27. Masih di menit yang sama, Ikeu Rosita menjadi pahlawan dengan golnya hingga skor menjadi 4-3. Keunggulan itu bertahan hingga peluit akhir.
Pelatih tim futsal putri Jabar, Arif Kurniawan mengatakan kemenangan ini sangat penting. Karena menentukan lawan berikutnya.
“Poin penting hari ini. Kenapa kami ingin jadi juara pool, karena kami melihat lawan di sebelah. Perhitungan kami mau juara grup mau bertemu runner up. Siapapun lawannya kalau di lapangan saya pikir sama,” kata Arif.
Berbekal video pertandingan, Arif mengatakan timnya akan menganalisa kekuatan tuan rumah.
“Dengan video pertandingan pertama dan kedua kita berharap bisa mengetahui kelemahan mereka,” kata Arif.
Sementara Pelatih Papua Barat, Sayan Kamardi mengatakan, timnya sudah berusaha all out. Sayangnya harus tertinggal.
“Kita main normal, karena memang ingin melihat sejauh mana pemain. Karena kita sudah lolos. Saya melihat Jabar dan DKI hampir sama. Mereka juga pemain timnas. Jadi pertandingan yag jadi analisa ada beberapa celah. Ada evaluasi di mana yang jadi celah lawan DKI,” kata Sayan.
Namun dia menyayangkan kepemimpinan wasit terhadap beberapa hal.
“Saya sempat kecewa dengan referee. Saya mengajarkan peraturan, tapi mereka menarik menahan, mendorong, referee membiarkan,” kata eks pelatih timnas futsal itu.*** (War)
