Anak Binjai Eks Timnas Indonesia Siap Harumkan Sumut di Esport Free Fire PON 2024
MEDAN: koranmedan.com
Atlet Pelatda Sumatera Utara (Sumut) Cabor Esport nomor Free Fire, Said Khairiza Aditya mengaku siap mengerahkan segala kemampuan untuk membela tim Sumut di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIAceh-Sumut yang digelar di Medan Internasional Convention Center (MICC), Jl
Gagak Hitam Medan 13-19 September 2024.
Atlet berusia 23 tahun asal Kota Binjai yang pernah memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Free Fire World Series 2021 di Singapura itu mengaku bergabung dengan Tim Esport Sumut di PON 2024 karena ingin mengharumkan nama daerah, baik Kota Binjai maupun Provinsi Sumut.
“Gabung ke tim Pelatda PON Sumut pada bulan Januari lalu. Pribadi saya memang mau ikut membela Sumut, apalagi Cabor Esport baru pertama kali digelar di PON 2024 di mana pada PON 2021 Papua lalu hanya jadi eksebisi,” kata Said kepada awak media, Rabu (11/9/2024).
Sebagai salah satu atlet andalan untuk tim Free Fire Sumut karena berlabel pemain profesional (pro player), Said mengakui dirinya bersama empat rekan lainnya ditargetkan meraih emas. Namun hal itu tak menjadikannya beban.
“Jadi motivasi aja sih, gak mau jadi beban. Klub saya juga menyupport untuk gabung ke tim PON Sumut. Bahkan klub menjadikan ajang PON XXI sebagai bahan evaluasi untuk saya. Intinya saya akan all-in di PON ini, gak mau kasih yang setengah-setengah,” tegas atlet Kagendra e-Sports Jakarta itu.
Saat disinggung perihal persaingan, lanjut Said, lawan yang berasal satu klubnya menjadi salah satu pesaing terberat. Sebab, baik dirinya dan lawan sudah mengenal dan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.
“Bisa dibilang rekan setim saya di klub bisa menjadi pesaing terberat. Ada yang dari Jawa Barat dan Sulawesi Utara. Namun, rata-rata setiap provinsi punya pro player juga. Jadi bisa dibilang setiap lawan sulit dihadapi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Said juga menceritakan awal mula dirinya bisa terjun sebagai pro player esport, khususnya di Free Fire. Ia menyebut karena dirinya sangat menyukai game yang dimainkan di smartphone.
“Saat pertama kali main Free Fire di 2019 langsung jatuh cinta. Awal-awalnya saat nongkrong bareng-bareng kawan usai pulang sekolah (SMA). Mendengar banyak event-event yang dipertandingkan, langsung saya bertekad mau jadi pro player karena biasanya di setiap event ada pencari bakatnya,” beber alumni SMA Negeri 4 Binjai itu.
Tak lama setelah mengikuti berbagai kejuaraan, akhirnya ia dilirik ke tim esport profesional bernama First Riders sampai 2023 yang kemudian berganti nama menjadi Thorrad. Lalu setelah dari Thorrad, ia baru bergabung dengan tim esport yang dibelanya saat ini (Kagendra) sejak Mei 2024 lalu.
“Awalnya pasti tak dapat support penuh dari keluarga terutama orangtua. Karena di pikiran mereka mau jadi apa dari main game kayak gini,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara itu menceritakan kenangannya.
“Sama seperti orangtua pada umumnya, ayah ibu saya menyuruh saya kerja sambil kuliah selepas tamat SMA. Tapi karena saya berhasil membuktikan bahwa main game seperti ini kalau ditekuni dan terus berlatih tanpa mengenal menyerah, bisa menjadi profesi yg menjanjikan. Setelah saya berhasil menjadi pro player, akhirnya luluh juga orangtua saya,” sambung Said yang juga menceritakan hasil kerja kerasnya mampu merenovasi rumah orangtuanya.
Lebih lanjut menurut juara satu Free Fire Master League Season 8 tahun 2023 bersama Thorrad itu selepas PON 2024 akan kembali ke klubnya untuk mengikuti sejumlah agenda turnamen.
“Setelah PON ini saya pastinya kembali ke klub saya (Kagendra) untuk persiapan berbagai kompetensi. Salah satunya mengikuti kualifikasi Snapdragon Pro Series tingkat Asia Pasifik pada Oktober 2024,” ungkapnya.*** (War)
