Makin Brutal, 44 Baliho PMA-AFN Dirusak OTK
Foto Baliho Pasangan Calon nomor urut 1 Putra Mahkota Alam Hasibuan – Achmad Fauzan Nasution (PMA-AFN) yang dirusak OTK. Kini sudah ditangani Bawaslu Padanglawas. (Foto: Ist).
PALAS: koranmedan.com
Suhu politik menjelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Padanglawas sepertinya makin panas. Pasalnya, Alat Peraga Kampanye (APK) berupa Baliho Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Padanglawas nomor urut 1, Putra Mahkota Alam Hasibuan – Achmad Fauzan Nasution,( PMA – AFN) dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).
Peristiwa pengrusakan Baliho itu terjadi di beberapa desa seperti Desa Bunut, Desa Hutaraja Lama, Desa Matondang, Desa Gunung Baringin dan Desa Sungai Korang. Umumnya berada di Kecamatan Eks Sosa.
Jumlah baliho yang dirusak tidak tanggung-tangung mencapai 44 Baliho yang tersebar di eks Kecamatan Sosa dan kecamatan lainnya.
Kerusakan Baliho Paslon nomor 1, bermacam macam ada yang dirusak terlihat memakai pisau dan ada yang dirobek langsung pakai tangan.
Diduga, baliho Paslon nomor urut 1 iti dirusak oleh orang tidak kenal (OTK). Kerusakan tidak hanya pada Baliho besar saja, tapi spanduk kecil juga ikut dirusak.
Kuasa hukum tim pasangan nomor urut 1, Muhammad Soleh Pohan ketika dihubungi mengatakan, terkait pengrusakan baliho Paslon nomor 1 sudah dilaporkan ke Bawaslu Padanglawas.
“Terkait pengrusakan Baliho Paslon nomor urut 1 sudah kita laporkan ke Bawaslu Padanglawas,” sebut Muhammad Soleh Pohan, Selasa (5/11/2024).
Saat ini, pihaknya masih mendalami siapa pelaku yang merusak Baliho itu. Ditengarai banyak oknum yang sengaja ingin menurunkan elektabilitas Paslon nomor urut 1.
“Sebelumya aksi pengrusakan Baliho juga terjadi di beberapa tempat diluar kecamatan eks Sosa,” ungkapnya.
Sementara Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 1, HM Ridho Harahap ketika dihubungi terkait pengrusakan Baliho Paslon 1, ia meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas pengrusakan Baliho tersebut.
“Segala bentuk kekerasan dan pengrusakan tidak bisa kita tolelir, kita minta aparat penegak hukum untuk mengusut dan menangkap pelakunya,” tegas HM Ridho Harahap.*** (AS)
