Pj Sekda Dairi: Kasus Kematian Bayi pada Tahun 2024 Meningkat

SIDIKALANG: koranmedan.com
Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Dairi Jonny Hutasoit menghadiri kegiatan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Rencana Kerja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) 2024 di Kabupaten Dairi, Selasa (19/11/2024) di Aula Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi.
Di kesempatan itu Pj. Sekda Dairi Jonny Hutasoit menyebut kasus kematian bayi meningkat, yang tentunya perlu perhatian dari seluruh pemangku kepentingan yang terkait.
Tahun 2024 sampai saat ini, terjadi kenaikan menjadi 36 kasus kematian bayi, dengan rincian kematian neonatal (0-28 hari) sebanyak 32 kasus dan post neonatal sebanyak 5 kasus. Sebelumnya, Tahun 2023 terdapat 29 kematian neonatal dan 3 kasus post neonatal.
Demikian juga kasus kematian ibu pada Tahun 2023 dan pada Tahun 2024 juga mengalami peningkatan menjadi empat kasus. Di Kabupaten Dairi terdapat dua kasus kematian ibu pada Tahun 2023 dan pada Tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi empat kasus.
“Satu diantaranya adalah kematian non obstetri, yaitu kematian akibat penyakit yang sudah ada sebelumnya atau penyakit yang berkembang selama kehamilan yang tidak langsung karena penyebab obstetrik, tapi yang diperburuk oleh efek fisiologis kehamilan,” kata Jonny.
Disampaikan, AKI dan AKB merupakan indikator kemampuan daerah terhadap kualitas pelayanan kesehatan, maka percepatan penurunan AKI dan AKB di Dairi perlu dukungan dan kolaborasi dari lintas program dan lintas sektor yang dikoordinasikan melalui tim pokja penurunan AKI dan AKB Kabupaten Dairi
“Anggota pokja harus dapat melakukan inovasi serta mampu bersinergi dengan mengesampingkan ego sektoral,” ujarnya.
Karena itu sosialisasi program kegiatan sangat penting agar apa yang telah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah, khususnya pokja, dapat diketahui dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, sehingga upaya akselerasi penurunan AKI dan AKB dapat terwujud sebagaimana diharapkan.
“Harapan kita agar panitia melakukan sosialisasi sehingga seluruh peserta yang hadir dapat memahami tugas, fungsi, dan memiliki kesepahaman bahwa pemerintah perlu melakukan langkah-langkah penurunan AKI, AKB dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya angka peningkatan kematian,” jelas Johnny Hutasoit.*** (mata)
