Selain Stunting Dan Smart Village, Kajatisu Ungkap Banyak Kasus Korupsi di Madina, Saat Ini Berproses

MANDAILINGNATAL: koranmedan.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kajatisu) Idianto SH MH mengungkapkan banyak kasus korupsi di Mandailing Natal (Madina) saat ini sedang dalam proses penanganan hukum ,termasuk kasus Stunting 2023 dan Smart Village 2024.
“Bukan hanya Stunting dan Smart Village, banyak kasus korupsi di Madina, saat ini sedang berproses”, ucap Kajatisu Idianto SH MH kepada wartawan usai mengadakan silaturrahmi dan pemberian hadiah kepada para pemenang Olimpiade Sain di ruang aula Kantor Kejari Madina, Jum’at (23/5/2025).
Meski tidak membeberkan kasus korupsi apa saja di Madina yang saat ini sedang ditangani pihak Kejatisu dan Kejari Madina, namun Idianto lebih menitikberatkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.
Apalagi lagi saat ini Kejari Madina lanjut Idianto sedang menargetkan agar mendapatkan predikat WBK ( wilayah bebas korupsi) tahun 2025 ini.
Karena itu Kajatisu meminta agar media massa dan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap penanganan korupsi termasuk kasus Stunting dan Smart Village. Karena selain Menpan RB dan KPK, masyarakat juga berhak ikut mengawasi.
“Silahkan awasi dan laporkan, tapi jangan langsung diviralkan, kalau memang sudah diingatkan tidak juga ada perubahan baru laporkan”, tegas Idianto.
Kajatisu juga menegaskan selama ini Lembaga yang dipimpinnya meraih nomor 1 dalam pemberantasan korupsi.
“Kita tidak ingin prestasi Kejatisu ini tercoreng hanya karena kasus Stunting dan Smart Village, pokoknya kita akan menuntaskan kasus ini tentunya secara profesional”, jelasnya.
Ia juga membeberkan, kasus – kasus dugaan korupsi Madina maupun daerah lain nya yang saat ini tengah berproses, baik dalam penyelidikan maupun penyidikan akan terus berjalan.
“Semua akan dituntaskan, sabar saja, awasi saja ya,tentunya semua akan berjalan tegak lurus”, katanya.
Karena itu kata dia, kunjungannya ke Madina selain sudah diagendakan lama, namun baru saat ini terlaksana.
” Jadi selain memberikan motivasi dan semangat kepada pelajar anak – anak kita, saya juga sudah lama ingin datang ke Madina, daerah paling jauh, apalagi katanya disini banyak pesantren yang menonjol dan terbesar,” Idianto,SH, MH.*** (AFS)
