
MEDAN (Komen) – Setiap insan perlu mendekatkan diri kepada Alloh melalui sarana atau ilmu Metafisika Tasawuf. Hal itu mengemuka dalam Ngobrol Santai (Ngobras) Pusat Kajian Metafisika Universitas Pembangunan Pancabudi (UnPab) di Pondok Zikir Baitul Jafar Jalan Sedayu 2 Kelambir V Hamparan Perak Deli Serdang, Ahad (15/11/2020).
Tampil sebagai narasumber ahli Metafisika Tasawuf Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si dan Dr. Syarifuddin Ketua Program Studi(Prodi) Filsafat Fakultas Agama Islam dan Humaniora UnPab dipandu Cucu Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, H. Ahmad Baqi Arifin, SH, MBA, MM (Kiki).
Hadir saat itu Ketua Umum Persatuan Pengamal Tarekat Indonesia (PPTI) Sutan Jalaluddin Siregar, SH beserta anggota, penggerak program pemberdayaan komuniti dan Pembina UMKM berinovasi aneka produk berbasis kalsium organik yang juga Dosen FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D, para cucu pengamal Tarekat diantaranya Shofwan Hasyim, Penggiat Tarekat lainnya Dr.Endi Marsal Dalimunte, M.Kamil, S.Ag, MPdI, Muchtar, SH,MH, Nazrial Amin, S.Ag,MA, dan Pengurus Pusat Kajian Metafisika Prof.Dr. H.Kadirun Yahya lainnya.
Materi bahasan Ngobras sekaligus menjadi tayangan siaran Channel TV YouTube UnPab untuk mengenalkan Metafisika Tasawuf guna memperbaiki mental dan rohani demi mewujudkan revolusi akhlak dalam pembangunan sumberdaya manusia (SDM) Indonesia. Sekaligus materi Ngobras yang disampaikan sebagai referensi untuk memenuhi mata kuliah wajib bagi ribuan mahasiswa UnPab maupun mengedukasi masyarakat umum untuk lebih mengetahui dan mengenal dirinya sehingga lebih mengenal Tuhannya (Alloh) “Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,” (Sabda Rasululloh dan pendapat Ulama Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Kimiya As-Sa’adah).
Dijelaskan Muhammad Sontang, Metafisika Eksakta Tasawuf adalah proses mengenal diri untuk mengenal Sang Pencipta yaitu Alloh SWT. Mengenal Alloh melalui metoda Metafisika Tasawuf sangat riel,realistik, logis dan terukur serta dapat dirasakan melalui proses rutinitas adabiah, ilmu, amal, ilmiah dan amaliah dengan bimbingan guru mursyid.
“Orang-orang yang beriman hanya dengan mengingat Alloh (Zikrulloh) hati menjadi tenteram” , “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?,” kata Muhammad Sontang mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du ayat 28 dan Surat Az-Zariyat Ayat 21, sebagai dalilnya.
Mengamalkan Metafisika Tasawuf dengan mengingat Alloh melalui zikir ini, lanjut Sontang, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ibadah dan Makrifatulloh.
Dalam tinjauan ilmiah anatomi kedokteran disebutkan Sontang, ketika lidah ditegakkan sehingga menyentuh langit-langit saat mengucapkan Alloh dan dengan melakukan teknik segitiga pernafasan 4-7-8 sehingga menjadikan saklar bioelektrik tubuh berenergi yang berfungsi untuk mengaktifkan Organ Sela Turcica dan sumber hormon utama Pituitary (Master Gland) dan hormon yang dapat menenangkan dan menyehatkan tubuh, katanya, mengutip pendapat Prof. Dr. Andrew Weil dari Universitas Arizona.
“Pada titik ini akan terasa manfaat Zikir Alloh dalam kehidupan sehari-hari, apalagi orang yang rajin dan rutin berzikir, mempengaruhi Sinoatrial Node (SAN) Jantung, yaitu mengaktifkan sinoatrial node dalam lapisan jantung, melancarkan aliran darah, bahkan amalan Zikir Alloh berguna sebagai washilah di dunia dan di Akhirat kelak,” papar Muhammad Sontang Sihotang.
Sementara Dr. Syarifuddin menjelaskan sejumlah pengertian Metafisika menurut Filosof Aristoteles dan para ahli Metafisika lainnya.
“Aristoteles menyebut Metafisika adalah ilmu yang ada dalam diri sendiri. Sementara menurut Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya pendiri UnPab, Metafisika adalah ilmu pengantar untuk mendekatkan diri kepada Allah,” kata Syarifuddin yang akrab dipanggil Bang Ucok.*** (Zul Marbun)