DELISERDANG (Koranmedan.Online) – Dipandu Al-Ustadz Parlaungan Nasution, dua gadis Dusun III Bunga Pariama Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang masing-masing bernama S Monika Br Ginting (22 tahun) dan Netty Cahyuni Br Ginting (22) mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam disaksikan warga dan tokoh masyarakat di Masjid Nur Halimah Dusun tersebut, Ahad/Minggu (10/1/2021).
Hadir saat itu Ketua Pusdiklat Iptek Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan Drs. M. Achir Lubis, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Zul Anwar Ali Marbun WKU, Dosen Fakultas Pertanian UISU Ir. Diapari Siregar, Penggiat Dakwah Turmudzi Harahap, Ketua BKM Masjid Nur Halimah Jasmani Ginting, Ketua BKM Masjid Al-Iman Desa Bangun Tani Berlin Ginting, dan undangan lainnya.
Dalam percakapan dengan Al-Ustadz, kedua gadis masing-masing S Monika Br Ginting dan Netty Cahyuni Br Ginting mengaku tertarik masuk Islam dan mendapat hidayah karena panggilan hati dan senang melihat busana muslim yang menutup aurat.
Al-Ustadz Parlaungan Nasution dalam wejangannya berharap kepada S Monika Br Ginting dan Netty Cahyuni Br Ginting tetap Istiqomah dalam ke-Islam-an serta giat mendalami ilmu tentang Islam. “Kesempatan yang mulia ini harus diisi dengan beramal shalih seperti kewajiban sholat lima waktu dan amalan-amalan kebaikan lainnya sehingga kesucian diri setelah mengucap dua kalimat syahadat bisa dipertahankan hingga ke akhir hayat,” kata Al-Ustadz.
Usai mengucap dua kalimat syahadat kepada S Monika dan Netty Cahyuni diserahkan seperangkat bingkisan untuk menambah ibadah ke-Islaman teriring harapan ke depan agar keduanya rajin mengikuti pengajian untuk mendalami ilmu Islam.
Tanam Kaliandra untuk Ternak Lebah
Sementara Ketua Pusdiklat Iptek Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan Drs. M. Achir Lubis yang diberi kesempatan memberi arahan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun III Bunga Pariama mengajak untuk menanam pohon kaliandra merah di sekeliling perladangan.
Dengan menanam pohon Kaliandra, kata Achir Lubis, banyak manfaat yang bisa diperoleh warga. Pertama, pohon Kaliandra mampu menyuburkan tanah, kedua, daunnya menjadi makanan kambing dan lembu, sedangkan batangnya menjadi kayu bakar api biru.
Lebih prospek lagi, kata Achir Lubis, pohon Kaliandra setelah berbunga menjadi pakan pavorit ternak lebah dan setiap bulan bisa panen madu bunga Kaliandra yang bila dijual ke pasar laku seharga Rp 200 ribu per kilogram.
“Selain itu, dengan keberadaan ternak lebah di perladangan mampu mengusir hama yang selama ini merusak tanaman,” papar Achir Lubis seraya menyebutkan tentang keberadaan dan manfaat lebah madu ini tercantum sangat terang di Al-Qur’an Surat An-Nahal ayat 68-69, “Namun sangat disayangkan tidak banyak orang mau menekuninya,” pungkas Achir Lubis Pembina Apiari Pramuka bersertifikat Kwartir Nasional.*** (Amani Didi)
