
Oleh : Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si dan Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D
(Koranmedan.Online)
Jika Aku Jadi Penguasa, Betapa Anggota Tubuhku Akan Berbicara di Akhirat dan Bersaksi Atas Segala Perbuatanku.
Ya Alloh, diriku di beri nyawa oleh Alloh, di beri pula kemampuan berpikir untuk menjalankan kekuasaan. Ya Alloh, kebebasan berpikir yang Engkau berikan tak lain dan tidak bukan adalah sebagai ujian. Ujian yang mana kelak di hari akhir harus aku pertanggungjawabkan perihal apa saja yang aku lakukan sewaktu di dunia.
Ya Alloh, sesungguhnya aku diciptakan dengan kondisi bebas berfikir, tujuannya adalah sebagai penguji keimanan, karena itu pula, Alloh menuntut setiap perbuatanku di dunia, yang mana kelak akan dipertanyakan Alloh dalam hari penghitungan (yaumil mahsyar). Apabila diriku masih berkelah atas segala kezaliman yang aku lakukan, sesungguhnya atas segala kuasaNya, Alloh akan menanyai setiap anggota tubuhku untuk diminta klarifikasi.
Alloh berfirman dalam Terjemahan al-Qu’an Surat (TQS) Yasin ayat 65 :
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” .
Alloh akan mengunci mulutku, lalu sebagai gantinya bagian tubuh yang lain lah yang akan berbicara. Lantas bagian tubuh yang mana saja yang besok akan bersaksi atas segala perbuatanku di dunia ?.
Berikut Alloh menjelaskan tentang anggota tubuhku yang akan berbicara di akhirat nanti.
Seperti yang dijelaskan dalam firman Alloh di atas. Kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang kelak akan menjadi pembuka tabir bagiku. Kakiku berjalan mencapai suatu tempat. Tidak ada yang tidak ‘terekam’ setiap tempat-tempat yang aku kunjungi dan akan bertemu dengan siapa kakiku.
Aku tidak akan berbohong saat kelak Alloh bertanya kemana kakiku pergi dan untuk urusan apa aku pergi kesana. Jika aku sering menggunakan kakiku untuk mengunjungi tempat-tempat maksiat, mencari-cari kesalahan ulama, mengkriminalisasi ulama, membenci ulama, menzolimi, meremehkan ulama, dan banyak lagi, maka setiap dosa yang aku lakukan akan di klarifikasi oleh kedua kakiku. Bahkan dalam Hadist, Rasulullah menjelaskan dengan lebih spesifik,
Hadist yang menjelaskan adalah ; Dari ‘Uqbahn bin ‘Aamir’ beliau mendengar Rasulullah shollAllohu alaihi wa salam bersabda : “Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama kali berbicara pada waktu mulut dikunci adalah paha kaki kirinya.”
Bisa dipahami bahwa, setiap bagian dari kaki akan menjadi saksi dari setiap bagian yang lain.
Tidak hanya kakiku, namun kedua tanganku juga merupakan anggota tubuh yang akan berbicara di akhirat kepada Alloh, menjelaskan setiap perbuatanku yang berhubungan dengan tanganku di dunia.
Tangan merupakan bagian tubuh yang penting bagi setiap manusia. Bahkan tangan bisa disebut sebagai bagian tubuh yang paling penting. Pasalnya, dengan tanganku inilah aku dapat menyentuh, dan dengan tangan ini pula aku memegang sesuatu.
Aku bisa menyimpulkan secara masuk akal bahwa setiap dosa perbuatan (fisikku) kebanyakan akan melibatkan tangan.
Bahkan Alloh menyinggung perbuatan Abu Lahab dengan “tabbat yadaa abi lahabiw watabb”, celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia.
Alloh berfirman dalam TQS, Asy Syura ayat 30 : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.
Meskipun Alloh maha pemaaf atas segala perbuatan, namun lebih baik bagi kita seandainya kita lebih bijaksana dalam menggunakan kedua tangan.
Mata juga akan bersaksi atas apa saja yang aku lihat. Apakah aku menghabiskan waktu di dunia untuk melihat sesuatu hal yang haram dan buruk, atau sesuatu yang baik dan bermanfaat. Telinga juga sama. Karena kedua indera ini merupakan indera yang terus bekerja saat kita terbangun, dan dalam prosesnya berfungsi sebagai video dan audio visual yang akan masuk ke setiap otak manusia, maka datangnya kezaliman bisa dianggap secara jelas berasal dari kedua bagian tubuh ini.
Itulah kenapa sama halnya Iman manusia yang bisa bertumbuh dari apa yang ia dengar dan dari apa yang ia lihat, nafsuku juga bisa tumbuh dari apa yang ku dengar dan lihat sehari-hari. Itulah kenapa Alloh menjanjikan neraka jahanam kepada setiap manusia yang tidak mempergunakan mata dan telinganya dengan benar.
Alloh berfirman dalam QS, Al A’raf ayat 179 :”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. Benar benar mengerikan, Naudzubillahi min Zalik.
Anggota tubuhku yang akan berbicara di akhirat berikutnya adalah anggota tubuh lainnya. Diriku tidak akan pernah bisa membohongi Alloh dan tidak pula akan pernah bisa lolos dari penghakimannya. Setiap jengkal dan setiap titik yang terjadi pada diriku tidak akan berbohong kepada Alloh saat ditanyai. Disebutkan bahwa, saat diriku dikhianati oleh setiap bagian tubuh, mereka akan bertanya kepada bagian tubuh tersebut.
Imam Thobari menjelaskan kenapa manusia pasca masa itu tiba lantas bertanya kepada kulit mereka masing-masing. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwa mereka (para musuh Alloh), pada waktu dikumpulkan di neraka bertanya kepada kulit mereka, ketika menjadi saksi atas perbuatan mereka di dunia :“Mengapa engkau menjadi saksi atas kami, terhadap apa yang telah kami lakukan di dunia?” tanya manusia.
Maka kulit mereka menjawab : “Alloh yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata”. Alloh menyebutkan bahwa anggota tubuh ini (kulit) menjadi saksi atas pemiliknya ketika dimintai persaksian oleh Alloh tentang pemiliknya, yang mana ia menyangkal telah melakukan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Alloh di dunia.
Demikian munajat atau muhasabah yang dapat kami hadirkan untuk negeri Indonesia tercinta dengan kesimpulan bahwa, betapa pentingnya aku dalam menjaga pandangan, pendengaran, lisan dan perbuatan, karena setiap apapun yang aku lakukan, pasti akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam QS. Al-Zalzalah ayat 4, “Pada hari itu bumi akan menceritakan semua beritanya”. Menceritakan seluruh yang dilakukan manusia ketika berada di punggung bumi. Dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah tatkala Rasululloh Sollollohu ‘Alaihi wa Sallam (SAW), selesai membaca ayat tersebut beliau bertanya: “Tahukah apa yang diberitakan bumi ?
Para sahabat berkata, “Hanya Alloh dan Rasul-Nya yang paling tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya yang diberitakannya adalah seluruh yang dilakukan hamba tatkala masih berada di atas bumi. Bumi menyatakan, “Dia mengerjakan ini dan itu, pada hari ini dan itu. Itulah yang dimaksud dengan berita-beritanya”. (HR. Tirmidzi).
Pertanyaannya adalah, apakah diriku akan melakukan perbuatan yang di larang Alloh tatkala dalam diriku ternyata telah di pasang CCTV (Closed Circuit Television) atau Televisi Sirkuit Tertutup ?
Jawabannya tentu aku berhenti melakukan semua itu. Lantas bagaimana kalau yang memantau dan memonitorku adalah yang jauh lebih valid dan lebih akurat dari pada CCTV ?
Semakin banyak hal yang buruk, semakin besar pula akibat yang akan aku terima kelak. Setiap manusia jelas tidak mau apabila mereka pada akhirnya akan ditempatkan di nekara Jahannam. Naudzubillah. Semoga kita selalu diberikan petunjuk agar terhindar dari setiap perbuatan yang munkar. Aamiin. Insha Alloh.
Dalam QS. Al – Infithar ayat 9-11; “Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (di sisi Alloh) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh perbuatan kita baik yang besar maupun yang kecil akan dicatat oleh malaikat. Hal ini diperkuat dengan firman Alloh dalam QS. Qaf ayat 18: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)”.
Tatkala Imam Ahmad merintih merasakan sakit yang luar biasa dahsyatnya, kemudian disampaikan kepada beliau pernyataan Thawus bahwa Malaikat mencatat semua perkataan hingga suara rintihan orang yang sakit. Maka sejak saat itu Imam Ahmad tidak pernah merintih lagi hingga ajal menjemput (Masail Imam Ahmad).
Anggota tubuhku akan menjadi saksi tatkala di hari akhir. Alloh adalah sebaik-baik saksi, Zat yang Maha Mendengar dan Mengetahui, Dia mengetahui seluruh gerak gerik hamba demikian juga dengan tatapan mata hamba.
QS. Al-Ghafir ayat 19 ; “Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan (mengetahui) apa yang disembunyikan dalam dada”. Dalam mengomentari ayat tersebut Mufassir Ibn Katsir menyatakan ; “Alloh mengabarkan tentang ilmu-Nya yang sempurna yang meliputi segala sesuatu; baik yang besar maupun yang kecil, yang mulia maupun hina. Hal ini agar manusia hati-hati bahwa Alloh mengetahui mereka, agar mereka senantiasa benar-benar merasa malu kepada Alloh, senantiasa bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa dan senantiasa merasa dimonitor oleh Alloh”.
Oleh karena itu, aku harus mengerem tindak tandukku sebagai seorang hamba yang sedang BERKUASA , agar aku senantiasa INGAT ALLOH dan tatkala melakukan kezaliman aku akan kembali dan BERTAUBAT kepada Alloh yang maha luas ampunan-Nya. Ya Alloh limpahkan rasa takut, setakut-takutnya kepadaku bahwa diriku hanyalah hamba yang lemah, hina, dihadapanMu, hancur leburkanlah kesombonganku sebagai MANUSIA YANG ZHOLIM untuk hamba-hambaMu yang saat ini merasakannya. Engkau Maha Tahu telah aku zholimi. Ampunkanlah HambuMu ini Ya Alloh. Aamiin…. ya robbal ‘alamiin…
Semoga bermanfaat.***