
Oleh: Zul Marbun, WKU
(Koranmedan.Online)
Prilaku manusia yang kerap berbuat dosa/maksiat cukuplah menjadi alasan bagi Allah untuk menurunkan murka-Nya. Namun, ada hal yang menahan Allah mengazab hamba – hamba-Nya. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah “ISTIGHFAR” atau ucapan permohonan ampun kepada Allah SWT. Bunyinya: “Astaghfirullohal ‘aziim wa ‘atubu ‘alaih”. Boleh dibaca berulang-ulang setiap saat sebagai bacaan Zikir.
Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 33 Allah SWT berfirman yang artinya:
“Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta AMPUN”.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil riwayat dari Imam At-Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelamat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu KEBERADAANKU dan ISTIGHFAR. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu ISTIGHFAR.”
Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan ISTIGHFAR meskipun keluar dari pelaku maksiat tetap dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.
Di dalam sebuah Hadis Qudsi, yang artinya, “Demi keagungan dan kebesaran-Ku, sesungguhnya Aku hendak menimpakan azab kepada penduduk bumi, tetapi apabila Aku memandang kepada orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahKu (Masjid) dan, memandang kepada orang-orang yang saling menyukai karena Aku, dan memandang kepada orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur, maka Aku palingkan azab itu dari mereka.”
Adapun hikmah yang dapat kita petik, marilah kita lihat ke diri kita masing masing sudah sejauhmana ketaatan (ketakwaan) kita kepada Allah SWT.
Betapa Allah telah memberi nikmat kepada kita, tapi kenapa kita masih saja tertarik pada perbuatan dosa/maksiat?
Agar tetap berada di jalan yang lurus, pesan (do’a) berikut ini hendaknya perlu selalu kita panjatkan.

Semoga bermanfaat. Nun walkalami wama yasturuun. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*** (Redaksi Koranmedan.Online)