
Kisaran (Koranmedan.Online) – Puluhan anggota SPSI dan SBSI nyaris baku hantam di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kebun Sei Silau, Rabu (24/ 03-2021). Kejadian tersebut diduga akibat berebut lapak bongkar TBS sawit.
Bisri Ansyori salah satu pengurus SBSI kepada wartawan mengatakan, “Memang benar nyaris terjadi bentrok namun saya mengintruksikan kepada seluruh anggota SBSI untuk diam dan mengalah sebab kami hadir bukan untuk mencari keributan melainkan untuk bekerja, kata Bisri.
Lebih lanjut beliau menjelaskan kedatangan anggota SBSI di PKS Kebun Sei silau ini sesuai perintah Distrik Manager bahwa mulai hari ini kami sudah diperbolehkan untuk bekerja bongkar TBS, dan hasil kesepakatan kami dari SBSI dengan pihak SPSI yang dijembatani Manajemen PKS agar semua bisa bekerja maka diambil keputusan untuk satu unit mobil dumtruck satu orang anggota SBSI dan satu orang anggota SPSI, terang Bisri.
Sementara dari pihak SPSI melalui Dedy Panjaitan SH kepada wartawan menyatakan, “Kami kecewa dengan kehadiran SBSI di PKS Kebun Sei Silau, sebab legalitasnya belum jelas setelah saya cek ke Disnaker SBSI ini tidak terdaftar alias ilegal, katanya.
Untuk mengatasi kekisruhan antara SBSI dan SPSI diharapkan pimpinan manajemen Distrik Asahan dapat mengambil keputusan yang bijak sehingga suasana di PKS Kebun Sei Silau kondusif.*** (Lin)
