
Balige (Koranmedan.Online) – Anastasia Shalomita, anak perempuan umur 12 tahun di Balige, Kabupaten Toba Sumatera Utara yang menjadi korban penculikan akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat.
Kapolsek Balige AKP Agus Salim Siagian melalui Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban saat dikonfirmasi Koranmedan.online di Mapolsek Balige membenarkan kabar tersebut.
Menurut Jefriadi, Anastasia Shalomita ditemukan di Jalan Siborong borong – Parapat Desa Tangga Batu Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba, Sumatera Utara tepatnya di perbatasan Kabupaten Toba dan Taput di Gapura Sipittu-Pittu, Sabtu (27/03/2021) sekira pukul 19.30 Wib. Korban pun sudah kita pulangkan ke pihak keluarga.
Betul, malam itu ditemukan di perbatasan Kabupaten Toba dan Kabupaten Tapanuli Utara,” kata Jefriadi saat dikonfirmasi di Mapolsek Balige.
Jefriadi menjelaskan, mereka saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penculikan Anastasia Shalomita. Namun, polisi belum bisa memastikan motif dari penculikan tersebut.
“Motifnya belum tahu, masih ditelusuri,” ujarnya
Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban menjelaskan kronologi kejadiannya.
Pada hari Sabtu 27 Maret 2021 sekira pukul 17.30 WIB datang melapor ke Polsek Balige seorang perempuan bernama Yasmina Waruwu perihal penculikan dan penggelapan Hp yang terjadi pada hari Sabtu 27 Maret 2021 sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Tarutung Desa Hinalang. Dimana datang satu unit Mobil Taft Rocky BK 742 Z langsung berhenti di depan Warung Ponsel miliknya dengan modus berpura-pura hendak membeli Hp bekas yang ada di dalam Etalase.
Lalu pelaku mengatakan kepada kakak korban yang pada saat itu sedang menjaga warung dan pelaku kemudian dengan cepat menaikkan korban kedalam mobil miliknya dengan tujuan untuk meyakinkan pemilik Konter Hp, untuk dibawa dan ditunjukkan Hp sebanyak 3 unit tersebut dengan alasan akan diberikan kepada anak pelaku.
Sekitar satu jam kemudian, korban dan pelaku yang membawanya saat itu pergi menuju ke arah Tarutung sehingga beberapa lama pelaku yang membawa korban tidak kunjung kembali.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Balige AKP agus Salim Siagian langsung sigap dan cepat merespon serta memberi perintah kepada Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban bersama Katim Opsnal AIPTU Ms.Nainggolan dan anggota Reskrim Bripka Surya Hamzah langsung meluncur dan mengecek ke TKP.
Beberapa saat, setibanya di perbatasan Kabupaten Toba dan Taput tepatnya dekat gapura Sipittu – pittu, pelaku memberhentikan mobilnya di salah satu warung. Lalu pelaku memberikan uang selembar sebesar Rp.50.000 (limapuluhribu) kepada korban untuk membelikan 10 (sepuluh) Aqua ukuran sedang di warung itu.
Setelah korban turun dari mobil pelaku.Tak berselang lama, si korban turun dari mobil. Pelaku pun langsung pergi dengan cepat sambil meninggalkan korban di warung tersebut.
Sesampainya di warung, korban pun melihat pelaku yang pergi meninggalkan dirinya di warung. Korban pun tidak sempat membeli minuman yang dipesan oleh pelaku dan uang tersebut masih utuh di pegang korban.
Melihat si korban, Agustinus Tampubolon (24) warga Desa Tangga Batu Timur mendekati dan menanyakan kepada korban karena curiga sudah lama kali di tempat itu.
“Siapa lagi yang kau tunggu nak, Siapa yang bisa dihubungi keluarga mu. Si korban memberitahukan salah satu medsos kakaknya kepada agustinus tapi ternyata setelah dibuka facebook kakaknya tidakbisa.
Akhirnya, dia ingat nomor WA bapaknya. Kemudian agustinus pun dengan cepat menghubungi nomor WA yang diberikan korban
Dalam perjalanan, petugas mendapat kabar melalui Hp milik korban bahwa korban sedang diturunkan pelaku di warung di Jalan Siborong borong – Parapat Desa Tangga Batu Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba tepatnya di gapura Sipitu-pittu perbatasan antara Kabupaten Toba dan Taput.
Setelah petugas tiba di perbatasan dan menemukan korban yang sudah diamankan warga. Namun pelaku beserta Hp yang dibawa tidak berhasil ditemukan.
Saat ini petugas sedang melakukan pengejaran ke arah Siborong-borong, ujar Kanit Reskrim
Menurut Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban bahwa dari kesaksian korban penculikan tersebut pelaku ada tiga orang yakni suami – isteri dan satu anak kecil.
Pelaku pria berperawakan badan gemuk dan agak buncit sedangkan isteri pelaku wajahnya lebam di sebelah kanan beserta satu orang anak kecil.
Sejak kejadian penculikan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban memberi penyuluhan dan pesan kepada orangtua maupun masyarakat sekitar agar memberikan arahan kepada anak-anaknya supaya tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal yang datang ke rumah, tidak memberikan kepercayaan kepada anak di bawah umur untuk menjaga tempat usaha ataupun juga konter Hp di rumah dan panggil orangtua apabila ada orang yang tidak dikenal mau meminta sesuatu. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, pesan Kanit Reskrim.
“Kejahatan itu datang bukan karena ada niat tetapi karena ada kesempatan. Oleh karena itu, tetaplah waspada senantiasa di sekitar anda,” ujar IPDA Jefriadi Silaban. *** (DNM)
