
Uskup Sibolga Mgr Frans Tuaman Sinaga resmi jadi Uskup setelah ada pemberitahuan resmi dari Tahta Suci Roma.
Sibolga (Koranmedan.Online) – Suasana gembira dan penuh syukur meliputi umat Katolik Keuskupan Sibolga, setelah diumumkan secara resmi oleh Tahta Suci Roma bahwa Pastor Fransiskus Tuaman Sinaga, Pr menjadi uskup Sibolga Mgr Fransiskus Tuaman Sinaga pada Sabtu (6/3/2021) pukul 18.00 WIB.
Terkait pengumuman tersebut dibenarkan oleh Sekjen Keuskupan Sibolga Pastor Blasius Yesse saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (6/3/2021).
“Jadi pengumuman resminya pada pukul 12.00 Waktu Roma, dan di sini itu pukul 18.00 WIB. Dengan pengumuman resmi itu, kita bawakan dalam doa angelus pada pukul 18.00 WIB dan itu kita lakukan di dua tempat yakni Gereja Katedral dan di Gereja Santa Maria Ibu Para Bangsa Gunung Sitoli,” ujar Sekjen Keuskupan Sibolga Pastor Blasius Yesse.
Kurang lebih dua tahun, umat Katolik Keuskupan Sibolga menanti Uskup yang baru sejak kematian Mgr Ludovikus Simanullang pada tanggal 20 September 2018.
“Atas penugasan dari nuntius diumumkan di dua tempat itu. Mgr Ludovikus meninggal pada tanggal 20 September 2018, itu berarti lebih dari dua tahun,” sambungnya.
Setelah Mgr Ludovikus Simanullang meninggal, pihak Vatikan menghunjuk Mgr Anicetus Sinaga menjadi Administrator Apostolik.
“Secara berturut-turut, kami penggembalaan keuskupan untuk sementara waktu berada pada dua administrator secara berturut-turut,” tuturnya.
“Yang pertama Mgr Anicetus Sinaga yang kemudian ia meninggal pada 7 November 2020 yang lalu. Ia diangkat oleh Vatikan menjadi Administrator Apostolik,” sambungnya.
“Kemudian karena beliau meninggal, Pater Charles Sebastian Sihombing diangkat sebagai Administrator Diosesan oleh Konsultores,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekjen Keuskupan Sibolga Pastor Blasius Yesse menuturkan bahwa Sede Vacante sudah dialami Keuskupan Sibolga sejak meninggalnya Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang.
“Dalam aturan Gereja, sebelum diangkat Administrator Apostolik sebenarnya Sede Vacante (tahta lowong) sejak Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang meninggal dunia,” ungkapnya.
Setelah Mgr Ludovikus Simanullang meninggal dunia, Mgr Anicetus Sinaga diangkat oleh Vatikan menjadi Administrator Apostolik.
“Lalu, Mgr Anicetus Sinaga diangkat menjadi Administrator Apostolik yang langsung diangkat oleh Vatikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya menunggu selama delapan hari pengganti Mgr Anicetus Sinaga sebagai Administrator Apostolik.
“Sebelum diangkat Administrator yang baru, maka kepemimpinan kolegial yaitu Kolegium Konsultores Keuskupan. Menurut aturan Gereja, dalam waktu delapan hari setelah Uskup itu meninggal, kolegium konsultores memilih Administrator yang baru kecuali ada langsung intervensi dari Vatikan,” lanjutnya.
“Seperti yang kali lalu meninggal Bapak Uskup Mgr Ludovikus Simanullang, Vatikan langsung mengangkat Mgr Anicetus Sinaga menjadi Administrator Apostolik,” sambungnya.
Ia juga menerangkan bahwa pengangkatan Administrator Apostolik berbeda dengan Administrator Diosesan.
“Kalau langsung ada intervensi Vatikan, diangkat dari Vatikan dia Administrator Apostolik dan umumnya Uskup yang jadi Administrator Apostolik,” sambungnya.
“Sedangkan kalau itu diangkat dari pemilihan anggota Kolegium Konsultores, itu Administrator Diosesan. Itu biasanya dari imam,” pungkasnya.*** (DNM)
