
Tanjungbalai (Koranmedan.Online) – Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Datuk Bandar Syafrizal Manurung, SH mendesak Pemerintahan Kota Tanjungbalai sebagai penerima manfaat dari proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Tanjungbalai Kawasan Sirantau ikut mengawasi pekerjaan Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara yang berlokasi di Kelurahan Sirantau.
Desakan tersebut disampaikan Syafrizal Manurung, SH kepada Koranmedan.Online Senin (19/4/2021) mengingat proyek dengan pagu Rp. 13,037 Milyar lebih yang dikerjakan oleh PT. Dayatama Citra Mandiri tersebut rawan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan, karena kurangnya pengawasan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara. Kurangnya pengawasan tersebut terlihat dengan adanya temuan di lokasi pekerjaan, yang tidak mematuhi Permen PUPR tentang Prosedur Operasional Standar Pengolaan Sitem Penyediaan Air Minum.
Syafrizal Juga menyesalkan tidak dilibatkannya pemerintahan Kota Tanjungbalai terutama pihak PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai dalam melakukan pengawasan pekerjaan tersebut.
“Sebagai penerima manfaat hasil pekerjaan, Pemerintah Kota Tanjungbalai seharusnya dilibatkan dalam pekerjaan ini, (Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Tanjungbalai Kawasan Sirantau-Red) karena di lokasi kita melihat adanya dugaan penyimpangan pekerjaan terutama dalam ukuran dan lebar galian serta penempatan pipa mengingat kontur tanah lokasi pekerjaan sangat labil,” ujar Syafrizal
Untuk mencegah kerugian negara atas dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek itu, Syafrijal mengakui pihaknya akan terus memantau dan melakukan kontrol sosial terhadap dampak kerusakan lingkungan terutama fasilitas umum seperti infrastruktur jalan maupun dampak terhadap pemukiman penduduk. Terutama sekali menghimpun data-data dugaan penyimpangan proyek bersumber dari dana Loan IsDB (Kotaku) 2020 itu.
Di lokasi Gudang Material Pekerjaan setplan, Naibaho yang mengaku sebagai Sit Manager PT. Dayatama Citra Mandiri menyatakan bahwa pekerjaan instalasi pipa induk air bersih masih satu kesatuan dengan pekerjaan setplan dan bronjong di bibir pantai Sungai Silau, Pengerjaannya juga melibatkan tenaga ahli dari pihak PDAM. Nantinya setelah proyek selesai dan PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima seluruh pekerjaan dari penyedia jasa kepada pemerintah, instalasi pipa air bersih tersebut akan diserahkan pemerintah kepada PDAM.
“Itu (penanaman pipa) masih dikerjakan dengan tenaga ahlinya bernama Indra dari PDAM, nanti kita serahkan kepada PDAM setelah dilakukan PHO,” kata Naibaho kepada wartawan.*** (Nazmi)
