Pisah Sambut Dekan Fakultas Hukum UMSU Berlangsung Haru

MEDAN: koranmedan.com
Acara Pisah Sambut Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berlangsung dengan penuh keharuan. Kepemimpinan Assoc Prof Dr Ida Hanifah SH MH yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UMSU periode 2017-2021 yang baru saja purna bakti dilanjutkan Dr Faisal SH MHum sebagai Dekan Fakultas Hukum UMSU periode 2021-2025.
Kegiatan yang dihadiri langsung Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP itu diadakan secara hybrid (luring dan daring) dipusatkan di Aula Fakultas Hukum UMSU, Jl Kapten Muchtar Basri, Medan, Sabtu (30/10/2021).
Hadir dalam acara, Wakil Dekan III Dr Zainuddin SH MH, puluhan dosen dan kabang serta ratusan mahasiswa Fakultas Hukum UMSU yang bergabung secara virtual.
Faisal, SH, MHum dalam sambutannya mengatakan, Ibu Ida Hanifah merupakan sosok yang istimewa. “Beliau adalah panutan saya,” kata Faisal seraya mengisahkan perjalanan karirnya sebagai akademisi di Fakultas Hukum UMSU.
Diceritakannya, ia masuk di Fakultas Hukum UMSU pada tahun 2001 sebagai Asisten Dosen. Dan sebelumnya ia kuliah di Fakultas Hukum UMSU stambuk 1996.
Sedangkan dalam jabatan struktural, lanjut Faisal, ia pertama kali bertugas di Laboratorium Hukum sebagai Sekretaris selama 4 tahun, lalu berlanjut sebagai Asisten Kepala, kemudian Kepala Bagian.
“Dan pada tahun 2009 diamanahkan sebagai Wakil Dekan III. Sejak itulah saya sudah bersama ibu (Ida Hanifah) yang menjabat sebagai Wakil Dekan I,” ujar Faisal.
Faisal menyampaikan, dalam pandangannya ibu Ida Hanifah adalah sosok istimewa, seorang mentor yang sungguh luar biasa, terutama terkait ketegasan dan kesabaran selama memimpin Fakultas Hukum UMSU.
“Saya yakin dan percaya, semua kita anak didik ibu Hanifah dan sangat menghormati beliau, karena ibu adalah sosok yang lurus, tegas dan tak pernah marah. Saya yakin ibu pernah jengkel sama saya dan yang lainnya, tapi beliau tak pernah menunjukkan marah sedikitpun,” sebut Faisal.
“Salah satu pelajaran yang sangat berkesan bagi saya dari karakter kepemimpinan ibu Hanifah adalah, ia sangat komunikatif, akomodatif dan arif dalam membuat sebuah kebijakan. Bila menyetujui sebuah kebijakan beliau selalu menyertakan catatan-catatan,” sebutnya.
Faisal juga secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Rektor Prof Agussani. Ia mengatakan, Rektor Prof Agussani adalah mentornya dalam bidang akademik dan kemahasiswaan.
“Pak Rektor Prof Agussani adalah mentor saya, terutama dalam penangan bidang kemahasiswaan. Pengalaman yang paling berkesan yaitu pada tahun 2009 saya ditugaskan beliau untuk mendampingi mahasiswa UMSU dalam kegiatan Kemah Bakti dengan Kopertis selama tiga tahun berturut-turut di Langkat, Binjai dan Deli Serdang. Disitulah saya mengenal dunia di luar kampus. Saya sangat banyak mendapat pelajaran berharga dari pengalaman tersebut,” kata Faisal.
Kemudian Faisal menyampaikan kepada rekan-rekan kerjanya di Fakultas Hukum UMSU, walaupun kini ia sudah jadi Dekan, tapi menurutnya tidak ada yang berubah.
“Sama sekali tidak ada yang berubah dari kita. Yang berubah cuma kinerja. Karena saat dilantik beberapa waktu lalu, Pak Rektor berpesan agar saya bekerja tidak berpikir untuk saat ini saja, melainkan bagaimana berpikir untuk dua puluh tahun kedepan,” jelasnya.
Faisal mengatakan, apa yang dipesankan Rektor merupakan tanggungjawab dan tantangan yang harus dihadapi dan dilaksanakan bersama-sama.
“Berarti kita harus punya visi jauh kedepan. Tapi saya optimis dengan dukungan bapak-ibu, kawan-kawan, adik-adik dan seluruh mahasiswa Fakultas Hukum UMSU yang luar biasa, insha Allah apa yang diperintahkan Pak Rektor bisa kita jalankan secara bersama-sama,” ucapnya.
“Kalau seandainya tidak bisa kita jalankan, berarti bapak-ibu dan kawan-kawan tidak mendukung saya. Kalau tidak mendukung saya, maka pas di hadapan Pak rektor ini saya mengundurkan diri. Tapi kalau bapak ibu dan kawan-kawan mendukung saya untuk melakukan loncatan-loncatan yang diamanahkan Pak Rektor, insha Allah kita sama-sama berjalan,” katanya.
Di akhir sambutannya Faisal mengajak seluruh keluarga besar Fakultas Hukum UMSU untuk senantiasa kompak bekerjasama untuk menjadikan Fakultas Hukum UMSU yang luar bisa menjadi luar biasa lagi.
Rektor Apresiasi Proses Regenerasi Kepemimpinan di FH UMSU
Sementara itu, Rektor UMSU, Prof Dr Agussani MAP dalam pidato bimbingannya menyampaikan, atas nama Rektor ia mengapresiasi atas inovasi yang sangat luar biasa atas terselenggaranya acara pisah sambut ini.
“Meskipun penyelenggaraan acara ini tidak begitu formal, namun bagi saya ada satu poin yang bisa dipetik, yakni bagaimana memenej sebuah fakultas. Ini adalah langkah awal, kalau kita ingin maju dan melakukan perubahan, pada hari ini adalah hal yang paling penting, sebagai tonggak dalam memenej sebuah perjalanan kepemimpinan,” ujar Prof Agussani.
Rektor juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan perwujudan dari model kepemimpinan kolaboratif yang dalam Muhammadiyah dikenal dengan kultur kepemimpinan kolektif-kolegial yang senantiasa mengutamakan kekompakan kerjaasama tim.
“Ini tradisi yang baik dan layak ditiru fakultas lainnya,” sebut Rektor.
Lebih lanjut Prof Agussani menyampaikan, proses regenerasi di Fakultas Hukum UMSU secara regulasi dan administrasi sudah berjalan dengan lancar dan baik. Kedepan ia berharap semua pihak terkait melakukan konsolidasi untuk memantapkan pengembangan Fakultas kedepannya.
“Pesan saya, figur yang menjadi nakhoda di Fakultas ini bisa senantiasa mengayomi. Begitu juga orang-orang yang diayomi tentunya harus mempunyai komitmen dan menunjukkan dedikasi untuk kemajuan Fakultas kedepannya,” tegas Prof Agussani.
Terkhusus buat ibu Assoc Prof Ida Hanifah, Rektor menyampaikan terimakasih atas dedikasi dan kiprahnya yang sangat luar biasa dalam mengembangkan dan memajukan Fakultas Hukum UMSU selama ini.
“Selama dua periode memimpin Fakultas Hukum UMSU sudah banyak raihan dan capaian yang ditorehkan ibu Ida Hanifah. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Dan saya berharap, nantinya ibu tetap berkenan mendampingi adik-adik kita ini, karena keilmuan dan pengalaman ibu masih sangat diperlukan,” kata Prof Agussani.
Lebih lanjut Prof Agussani mengingatkan, regenerasi adalah sebuah proses membangun kebersamaan. Dikatakannya, sejarah dinamika perjalanan kampus UMSU, terutama Fakultas Hukum yang saat ini sudah berusia 38 tahun banyak memberikan pelajaran yang berharga.
“Tentunya ini tidak mudah. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita berkomitmen memegang dan menjalankan amanah. Sejauh ini saya melihat kaderisasi di Fakultas Hukum sudah berjalan dengan cukup baik, dan kedepannya saya harapkan bisa dijaga dan dilestarikan,” sebutnya.
Terakhir ia sampaikan, tantangan kedepan pimpinan Fakultas Hukum UMSU adalah bagaimana menyiasati dan memenangkan kompetisi dengan Fakultas-fakultas Hukum lainnya di Indonesia.
“Saya optimis, dengan kerja keras dan kerjasama yang baik tantangan tersebut bisa kita hadapi,” tutup Prof Agussani.
Ida Hanifah: FH UMSU Rumah Pertama Saya
Usai sambutan Rektor, Wakil Dekan III Fakultas Hukum UMSU Dr Zainuddin SH MH menyempatkan menyampaikan testimoni tentang sosok ibu Ida Hanifah.
Dituturkannya, ibu Ida Hanifah bukan hanya sekedar sosok pemimpin dan rekan kerja yang sangat luar biasa. Lebih dari itu, kata Zainuddin, beliau adalah sosok seorang ibu sangat hebat dan sungguh menginspirasi.
“Saya yakin selama ini banyak kesalahan yang saya lakukan di luar dugaan ibu, oleh karenanya secara pribadi dan mewakili kawan-kawan yang lain dalam kesempatan yang sangat luar biasa ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada ibu dan kami doakan semoga ibu tetap dalam keadaan sehat wal’afiat serta tetap bergabung bersama kami di Fakultas Hukum UMSU yang sama-sama kita cintai,” ujar Zainuddin, sembari mempersilahkan ibu Ida Hanifah menyampaikan pidato pesan dan kesannya.
Mengawali pidato pesan dan kesannya, Ida Hanifah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP atas dukungannya selama dua periode menjabat Dekan Fakultas Hukum UMSU.
“Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak Rektor atas supportnya selama ini kepada saya selama menjadi pemimpin di Fakultas Hukum UMSU,” ucapnya.
Kemudian, Ida Hanifah mengungkapkan pengalamannya selama mempin di Fakultas Hukum UMSU.
“Jadi pemimpin itu memang tidak mudah. Tapi, tidak mudahnya itu bisa berubah menjadi mudah kalau orang-orang di sekitar kita dan teman-teman kita mendukung segala kegiatan yang kita lakukan,” katanya.
Kebersamaan dan silaturrahim yang terbina selama ini menjadi dasar untuk bisa lebih maju. Lantas kemudian alhamdulillah kita meraih Akreditasi A. “Jujur saya sampaikan itu semata-mata bukan karena saya, tapi itu adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan kita. Begitu juga kita pernah meraih Fakultas Terbaik di UMSU. Sesungguhnya itu adalah hasil kinerja kita bersma,” kata Ida Hanifah.
Lebih lajut ia menuturkan, silaturrahim dan kekeluargaan yang selama ini terbina di Fakultas Hukum UMSU sangat hebat.
“Saya sendiri jadi saksi kehebatan jiwa kekeluargaan itu. Salah satu yang paling berkesan adalah bagaimana saya dalam keadaan suka maupun duka senantiasa mendapat dukungan dari teman-teman semua,” ujar Ida Hanifah diiringi derai air mata.
Lalu ia menceritakan kejadian musibah yang menimpanya beberapa waktu lalu, dimana ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Ia pun menjalani isolasi selama dua minggu.
Setelah sembuh dan dinyatakan negatif, nenek yang memiliki satu puteri dan seorang cucu ini pun kembali berkumpul dengan keluarga.
Namun takdir tak dapat ditolak, musibah ternyata belum berakhir menimpa Ida Hanifah. Tiga hari setelah bergabung dengan keluarga, suami tercintanya dipanggil Allah SWT.
“Sungguh suatu musibah beruntun yang sempat membuat saya terpuruk. Namun syukurnya, saya punya keluarga di Fakultas Hukum. Pak Faisal, Pak Jei dan yang lainnya selalu mendampingi dan memberikan semangat kepada saya, hingga Alhamdulillah pelan-pelan saya bisa melewati masa-masa sulit tersebut dan bangkit kembali,” ujarnya dengan terus berderai air mata.
Tidak lama kemudian, hadirin disuguhkan sebuah video tentang jejak perjalan karir Ida Hanifah selama mengabdi di Fakultas Hukum UMSU.
Usai pemutaran video, suasana kembali larut dalam suasana haru ketika panitia memberikan sebuah kejutan kepada ibu Ida Hanifah.
Tanpa sepengetahuannya, diam-diam panitia menghadirkan puteri tunggalnya bersama menantu dan cucu kesayangan. Dengan penuh penghayatan, puterinya mempersembahkan sebuah puisi sendu yang spesial dipersembahkan buat ibu tercinta.
Menyaksikan itu semua, tangisan Ida Hanifah kembali pecah. Dan tak ayal, hadirin yang ada di ruangan pun turut larut dalam keharuan.
Selang beberapa saat kemudian, Ida Hanifah kembali melanjutkan pidato. Dengan penuh ketegasan, ia bertekat dan memastikan akan terus mengabdi di Fakultas Hukum UMSU, seperti yang diharapkan oleh Rektor dan junior-juniornya.
“Bagaimanapun lebih dari separuh usia saya sudah saya abdikan untuk Fakultas Hukum UMSU. Sudah 35 tahun saya mengabdi di Fakultas tercinta ini. Fakultas ini adalah rumah pertama saya, bukan rumah kedua. Karena setiap hari kerja, jam setengah delapan pagi saya sudah hadir di kampus dan pulangnya hingga jam 9 atau 10 malam. Jadi, di rumah itu saya cuma tidur,” ungkapnya.
Rangkaian acara pisah sambut terasa makin khidmat ketika diakhiri makan bersama dengan penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.*** (War)
