Bobby Nasution: Pelajar Perlu Sadar Pelestarian Alam Sejak Dini

MEDAN: koranmedan
Pelestarian lingkungan melalui sekolah menjadi salah satu isu yang dikuatkan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Orang nomor satu di Pemko Medan itu meyakini, kesadaran akan pemahaman terhadap lingkungan yang baik dapat diajarkan sejak dini melalui pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Dengan demikian akan tumbuh kesadaran dalam diri para pelajar untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang peduli pelestarian lingkungan, menantu Presiden RI Joko Widodo itu telah memberikan penghargaan Adiwiyata Kota Medan Tahun 2021 kepada 48 sekolah yang terdiri dari tingkat SD dan SMP. Melalui penghargaan tersebut, Bobby Nasution berharap dapat melahirkan anak-anak didik yang berkarakter, peduli dan berbudaya lingkungan.
Atas dasar itulah, Bobby Nasution ingin agar pelestarian lingkungan dimulai dari sekolah dengan tujuan agar ke depannya para generasi muda dapat memahami dan menjadi semangat dalam menggelorakan pelestarian lingkungan. Untuk itu, Bobby Nasution meminta kepala sekolah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan untuk benar-benar memprogramkan pelestarian lingkungan tersebut.
“Tidak hanya 48 sekolah yang saat ini menerima penghargaan Adiwiyata karena upayanya dalam peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, namun kalau bisa di tahun depan akan lebih banyak lagi sekolah yang menerima penghargaan ini. Dengan begitu, sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan dapat memberikan pembelajaran tentang lingkungan secara menyeluruh,” kata Bobby Nasution.
Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Zulfansyah Ali Saputra menjelaskan, pemberian penghargaan Adiwiyata bertujuan untuk memberikan motivasi kepada sekolah agar dapat melaksanakan gerakan peduli lingkungan dengan mewujudkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan. Selain itu, Zulfansyahjuga berharap dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah dan masyarakat sekitar.
Upaya Bobby Nasution dalam meningkatkan kesadaran pelajar agar peduli lingkungan mendapat apresiasi dari akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Indra Fauzan SHI MSoc Sc PhD. Apalagi, sejauh ini sudah ada 48 sekolah yang melaksanakan dan menjalankan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup bagi anak didiknya.
“Sebagaimana kita ketahui, Kota Medan pernah mendapat predikat sebagai kota terjorok di tahun 2019 lalu. Dengan adanya orientasi Wali Kota ini agar pelajar sadar dan peduli lingkungan, saya nilai sebagai langkah yang sangat bagus sehingga dari sejak dini, anak-anak sudah dikenalkan dan diajarkan bagaimana harusnya mereka mencintai lingkungan,” bilang Indra.
Demi suksesnya harapan Bobby Nasution tersebut, imbuh Indra, bagi OPD terkait, tidak hanya Dinas Pendidikan, tapi juga seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) harus bisa melahirkan inovasi dan terobosan serta berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, terutama dalam menyosialisasikan sekaligus mengampanyekan gerakan bersih, serta peduli lingkungan.
“Jadi, saya merasa dan melihat Wali Kota sudah sangat apresiatif dengan kegiatan seperti ini, maka harus ada tindaklanjutnya. Sebab, justru ini harus menjadi semangat bagi OPD agar ke depannya semakin banyak lagi sekolah yang menerapkan program tersebut. Artinya, ini bukan hanya soal kuantitas tapi juga kualitas, agar anak-anak sedini mungkin menyadari pentingnya menjaga dan peduli lingkungan,” tambahnya.
Indra selanjutnya menyarankan, agar OPD-OPD terkait dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti NGO, komunitas anak-anak muda yang peduli lingkungan serta lainnya agar upaya Bobby Nasution dalam pemeliharaan kelestarian alam di Kota Medan berjalan semakin baik. “Kolaborasi sangat dibutuhkan dalam upaya pelestarian lingkungan,” pungkasnya.*** (Ril/Zul Marbun)