ASAHAN: (koranmedan.com) PTPN III Kebun Sei Silau langsung mengganti tanaman kelapa sawit yang mengering dengan bibit baru.Mengeringnya tanaman sawit tersebut disebabkan faktor iklim/cuaca yang panas terik selama tiga Minggu usai dilakukan penanaman.
Kepada awak media Askep Rayon B Muhamad Fahri di kantornya 5/11-2021 mengatakan,”Sebenarnya pada waktu kami melakukan penanaman bibit kelapa sawit di areal Tanaman Ulang(TU) Afdeling I kondisi cuacanya cukup mendukung yaitu musim penghujan,itu sekitar bulan Agustus dan kami langsung berkordinasi dengan Asisten dan Pelaksana Rekanan di Lapangan untuk segera melakukan penanaman,akan tetapi begitu kami selesai menanam tiba tiba cuaca berubah dan selama tiga Minggu cuaca panas terik hal tersebut tentunya membuat tanaman stres dan mengering,namanya juga faktor alam apa mau dikata dan kami harus siap menerima segala konsekwensinya,kata Fahri.
Masih menurut Fahri,”Adapun tamaman sawit yang stres di areal TU afdeling I tidak banyak cuma 14 pohon itupun sudah kita ganti semuanya.Dan untuk mendata ulang tanaman yang mengering agar bisa terpantau semua kami menggunakan teknologi Drone supaya lebih gampang memantaunya dan dengan cepat langsung bisa kita tangani,katanya.
Terkait adanya pembertaan disalah satu media yang katanya saya tidak santun atau kurang sopan itu tidaklah benar,justru oknum wartawan itulah yang tidak mempunyai etika,seharusnya dalam hal mencari,menggali,mengolah dan mengumpulkan informasi dari narasumber tentunya seorang wartawan harus berpedoman dengan kode etik jurnalistik yang juga diatur dalam peraturan dewan pers.Coba abang pikir “Masak begitu saya datang ke lokasi oknum wartawan dengan nada tinggi bilang begini,”Kau Siapaa?”Saya bekerja di PTPN III ini sudah 12 tahun masak di Kau Kau kan,siapa coba yang gak tersinggung sementara ini wilayah kerja saya,katanya dengan nada kesal.
Perlu saya sampaikan bahwa pelaksanaan pengelolaan tanaman ulang (TU) dan pekerjaan lainnya dilaksanakan sesuai SOP perusahaan dan dilaksanakan dgn sebaik baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Demikian disampaikan beliau diruang kerjanya sambil menutup wawancara dgn awak media ini.(Nurlin)
