Wisuda Tahfidz Ruh Taqiya Inalum, Wali Santri Harapkan Perdalam Surat Al Hadid Aplikasi MBKM



TANJUNG GADING : koranmedan.com
Rumah Tahfidzh Qur’an Al-Ihya Masjid Nurul Huda Komplek Perumahan PT. Inalum Tanjung Gading Kabupaten Batubara, Sabtu (25/12/2021) mewisuda 5 santri/santriwati terdiri dari 4 hafidz yakni Abdul Halim, Albi Ridho Harahap, M. Ishaq Einstein Sihotang, Ahmad Maulana Siagian) dan satu hafidzah (Maryam).
Acara wisuda dihadiri para jamaah masjid, orangtua santri dan Pengurus Ikatan Warga Islam Inalum (IWII), Ketua IWII, H. Edy Priyanto, mewakili Donatur IWII (Masrul), Penasehat IWII (Ustadz H. Agus Zul Khoir, dan Ustadz H.Mawarmin Lubis), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Khusus Inalum (H.Suroso), BKM Mesjid Nurul Huda, dan Pengurus Ruh Taqiya antara lain Ustadz Awaluddin Wasis, Ustadz M.Ifhan Anshori, Ustadz H.M.Sahlan dan Ustadzah Nurul.
Kegiatan wisuda tahfizh yang sukses itu sekaligus dirangkai uji coba di hadapan publik yang bertujuan untuk mengevaluasi hafalan serta melatih mental para santri oleh para jamaah Masjid khususnya dari pihak donatur IWII yang telah berkenan memberikan pendanaan sepenuhnya dalam proses penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar Tahfidz selama menuntut ilmu al-Qur’an, jelas Mudir Ruh Taqiya, Ustadz Awaluddin Wasis kepada awak media.
Ketua umum IWII, H. Edy Priyanto menyebutkan wisuda ini adalah yang pertama kali sejak berdiri 2017. Namun secara resmi baru pada Tahun 2021 kali ini Ruh Taqiya mewisuda santrinya secara resmi yang merupakan Angkatan Pertama.
“Wisuda ini diharapkan menjadi penyemangat kepada kita semua bukan hanya peserta santri Tahfidz saja.Tentunya dengan wisuda ini tidak hanya sampai disini saja kita belajar al-Qur’an namun kita diharuskan untuk mempelajari dan menuntut ilmu dan teknologi al-Qur’an sepanjang hayat,” katanya.
Program Rumah Tahfidz Ruh Taqiya merupakan salah satu wujud nyata dari PT INALUM (Persero) melalui IWII kepada masyarakat.
Penasehat IWII Ustadz H.Mawarmin Lubis, H. Agus Zul Khoir juga mengatakan semoga dengan acara wisuda ini semakin banyak Pasukan Alloh untuk memelihara dan mendalami, meneliti dan mengembangkan ilmu, wawasan dan teknologi al-Qur’an semoga diberkahi Alloh dan di redhoiNya semua kita yang konsisten dan komit terhadap al-Qur’an sebagai firman Alloh.
Sementara yang mewakili pihak Donatur IWII, Masrul menambahkan agar santri wisudawan/wati senantiasa mendoakan donator tercurah kebarokahan agar Istiqomah harta mereka diberikan kepada para santri demi memperjuangkan dan mengembangkan ilmu dan teknologi al-Qur’an.
Selanjutnya Ketua panitia pelaksana LPTQ H.Suroso mengatakan agar para orang tua santri dan para wisudawan serta seluruh santri yang sedang menimba ilmu di Ruh Taqiya ini selalu mendoakan pihak Pengurus IWII senantiasa diberkahi Alloh agar dapat meningkatan dan membina masyarakat dan warga sekitar INALUM dapat mempelajari program menghafal (Tahfidz) al-Qur’an sampai 30 Juz secara terpadu dan berkesinambungan dengan melahirkan generasi yang bernilai Qur’ani dan berakhlaqul karimah.
Di akhir acara Ketua IWII dan Donatur IWII mengatakan, kegiatan tahfidz tanpa dipungut biaya sama sekali kepada para santri.” Program ini diharapkan sebagai salah satu bentuk rasa syukur kami (IWII) atas berkah yang telah diberikan Alloh SWT kepada perusahaan dan semoga Kabupaten Batubara bisa menjadi daerah makmur penuh rahmat dan berkah dari Alloh Subhana Wa Ta’ala (Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” ujar Edy dan Masrul.
“Para donatur, penasehat IWII, para orang tua santri dan warga sekitar dapat menyaksikan sejauh mana kemajuan para santri dalam belajar di Madrasah Ruh Taqiya. Harapan kami dari IWII agar kiranya program ini dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan sehingga akan makin membawa berkah bagi INALUM dan masyarakat sekitar,” sebut Edy dan Masrul.
Sambutan mewakili wali santri / wisudawan dari orangtua Albi Ridho Harahap putra Sadri Harahap mengucapkan ribuan terima kasih kepada para Pengurus IWII / Pengelola Ruh Taqiya, Pihak Donatur, Penasehat IWII, Ustadz Pembimbing dan Mudir Ruh Taqiya yang selama ini telah bersusah payah dan membina dan membimbing serta memberikan pendidikan dan pengajaran ilmu al-Qur’an (Tahfidz 30 Juz) serta akhlaqul karimahnya.
Sementara Sontang Sihotang orangtua M. Ishaq Einstein dalam sambutannya mewakili orangtua santri memohon maaf bila ada kesalahan disengaja ataupun tidak disengaja anak-anak santri dalam proses belajar mengajar selama ini agar mohon dimaafkan.
Selanjutnya Sontang menambahkan bila ada rencana dari pihak donatur, Pengurus dan Penasehat IWII sebaiknya pihak Pengelola Ruh Taqiya ini dapat melanjutkan visi-misi yang relevan dengan falsafah IWII dan PT INALUM (Persero) agar dapat mewujudkan kelanjutan program wisudawan ke jenjang pendalaman kehafidzannya agar bekal potensi yang sudah mereka miliki dengan lebih memfokuskan lagi keberadaan Lembaga Tahfidz Ruh Taqiya dalam mempelajari, meneliti dan mengembangkan lebih dalam lagi ilmu dan teknologi serta aplikasinya dalam kehidupan masyarakat yang bermanfaat menuju tercapainya Tafsir Ilmi.
Sontang juga mengharapkan bilamana Ruh Taqiya belum dapat merealisasikan dalam waktu dekat ini maka sebagai alternatif solusi dapat melakukan komunikasi yang intens dengan menjalin hubungan baik antara pihak Ruh Taqiya dengan wisudawan/wati. Artinya, dengan potensi 30 juz yang telah dihafal agar dapat difokuskan ke arah mendalami, mengembangkan, menghayati, dan mengamalkan serta memperjuangkan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an dengan sebaik-baiknya.
“Misalnya wisudawan diharapkan dapat lebih memfokuskan hafalannya yaitu sesuai dengan surat dan ayat-ayat yang terkandung dalam al-Qur’an yang berhubungan dengan kegiatan usaha PT INALUM tentang Aluminium yaitu Surat 57 (Al-Hadid) tentang Besi yang berisi 29 ayat dapat dikaji dan dikembangkan melalui integrasi secara komprehensif tafsir dan asbabun nuzulnya dapat di teliti dan dikembangkan sehingga diharapkan memberikan dampak kepada output dan outcome kepada santri, Ruh Taqiya dan PT. Inalum serta masyarakat sehingga diharapkan sejaligus dapat menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Potensi Hafiz dan Hafizah alumni Ruh Taqiya diharapkan dapat memiliki ilmu, wawasan dan teknologi al-Qur’an yang akan Alloh berikan kepada hamba yang mengkaji khususnya wisudawan Ruh Taqiya yang berpikir, berzikir, bertafakkur serta bertazakkur dapat tercapai,” pungkas Sontang Sihotang.
Terakhir Mudir Ruh Taqiya Ustadz Awaluddin mengumumkan acara wisuda tahfidz sekaligus acara penutupan tahun (libur semester) dan meminta para orang tua santri dapat menjemput putra-putrinya.*** (hotang/war)
