Juni 2022 Mulai Pentahapan Pilkampong Serentak

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) Kota Subulussalam, Irwan Faisal, SH.
SUBULUSSALAM: koranmedan.com
Mulai Juni 2022 dijadwalkan sudah berjalan pentahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampong (Pilkampong) serentak 49 kampong se-Kota Subulussalam. Bahkan November 2022 pelantikan kepala kampong terpilih harus digelar karena agenda Pilpres, Pilkada dan Pileg dimungkinkan 2024. Resiko jika Pilkampong tidak digelar 2022, terlebih hingga saat ini 20-an kampong dipimpin Penjabat (Pj) ditambah April 2022 menjadi 49 kepala kampong defenitif juga berakhir, akan sangat merugikan kampong dan daerah. Selain itu, penyusunan RPJM enam tahun ke depan setiap kampong harus rampung sebelum 2023.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) Kota Subulussalam, Irwan Faisal, SH mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (26/1/2022). Dia sangat meyakini jika Pilkampong serentak 2022 terealisasi maka surat terkait yang akan dikirim ke Mendagri dan Gubernur Aceh sudah dalam proses dan ini juga tidak boleh ditunda.
Menurut Faisal, dana shering DPMK dengan kampong terkait sudah dianggarkan. “Dianggarkan shering dana DPMK Rp 300 juta dan masing-masing antara Rp 25 hingga Rp 30 juta setiap kampong,” jelas Faisal seraya menambahkan, Pj. yang berkepanjangan seperti saat ini perlu dievaluasi.
Menyoal 38 kampong defenitif yang berakhir Oktober 2023, semula diwacanakan ikut dalam kontestasi Pilkampong serentak 2022, disebut sulit direalisasikan karena terkait anggaran, kendati tidak menyalahi aturan. Karenanya, Pilkampong serentak 2025 akan digelar untuk 38 kampong karena tidak bisa digelar 2024. Hanya saja, dimungkinkan masa jabatan ‘Penjabat’ (Pj) Kepala Kampong di 38 kampong itu dua tahun.
Menanggapi sejumlah kampong yang saat ini dipimpin Pj., bahkan beberapa kampong diantaranya sudah dua hingga tiga tahun meski sebagian orangnya berganti, Faisal tak banyak komentar. Namun disinyalir komitmen sejumlah oknum Pj. kurang menjalankan tugas pokok, sebagaimana idealnya seorang Pj, pihaknya berencana menggelar pertemuan dengan 20-an kampong yang saat ini dipimpin Pj.
Sementara Pemilihan delapan Kepala Mukim (Pilmukim) serentak yang saat ini juga berstatus Pj., Kepala Bagian Tata Praja Setdako, Ronise Bancin, S.STP di ruang kerjanya, Rabu mengakui akan dijadwalkan bersamaan dengan Pilkampong serentak.
“Jadwal belum pasti, tapi diharapkan bisa bersamaan dengan Pilkampong,” tegas Ronise karena terkait besaran anggaran yang belum diketahui pasti.*** (Khairul Boma)
