Resmikan Pabrik Ekspor Kedua, PT Agro Semesta Target Produksi 250 Ton Daging Durian Tiap Bulan

DELI SERDANG: koranmedan.com
Tingginya permintaan ekspor terhadap daging durian beku di pasar internasional, membuat Universal Durian PT Agro Semesta Utama kembali membuka pabrik ke 2, di Kawasan Industri Medan (KIM) Star Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan daging durian beku di negara luar yang mencapai ratusan ton per bulannya.
Peresmian operasi pabrik kedua Universal Durian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita yang dilakukan CEO Universal Durian PT Agro Semesta Utama, Muhammad Syarif didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang, Tengku M Zaki Aufa, Senin (17/1/2022) sore. Dengan demikian maka PT Agro Semesta Utama telah memiliki dua pabrik ekspor daging durian beku, yakni di Kawasan Kecamatan Galang dan KIM Star Tanjung Morawa.
Usai meresmikan dan melihat langsung pengolahan daging durian beku, CEO Universal Durian PT Agro Semesta Utama, Muhammad Syarif mengatakan kehadiran pabrik kedua itu bisa memproduksi kurang lebih 250 ton daging durian beku untuk tiap bulan atau sekitar 10 ton per harinya.
“Ini bentuk realisasi kita karena di pabrik yang satu produksinya belum besar. Ini ada buyers yang telah sepakat menjalin kontrak, makanya untuk merealisasikan itu kita memperbesar kapasitas produksi. Kita targetkan bisa penuhi produksi 250 sampai 300 ton tiap bulan,” ujar Syarif.
Dikatakan Syarif, Universal Durian PT Agro Semesta Utama yang berdiri sejak 2014 silam ini telah memenuhi permintaan sejumlah negara, seperti China, Singapura, dan Malaysia. Syarif berharap kehadiran pabrik kedua ini bisa memenuhi permintaan pasar Hongkong, Taiwan, bahkan negara Eropa.
“Saat ini jumlah karyawan yang terlibat antara 150 sampai 200 orang. Saat ini memang masih tiga negara tujuan ekspor, tapi ke depan kita menyasar ke pasar Eropa dan berkeinginan memproduksi produk olahan juga,” kata Syarif.
Adapun durian hasil olahan daging beku merupakan jenis durian kampung yang diperoleh dari sejumlah daerah di Pulau Sumatera, tentu dengan menjaga kualitas rasa. Di Sumatera Utara sejumlah daerah menjadi pemasok komoditas durian seperti daerah Sidikalang, Sibolga, Nias, Tapanuli Selatan, dan Langkat. Selama hampir 4 tahun menjadi pabrik ekspor, rasa durian khas Medan dengan rasa manis dan pahit justru diminati warga Asia.
“Selama ini kami mengambil buah durian dari sejumlah Pulau Sumatera. Untuk menjaga permintaan konsumen itu bisa kita simpan di prizzer karena ketahanan produk bisa bertahan sampai satu tahun,” kata Syarif.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang, Tengku M Zaki Aufa mengapresiasi kehadiran pabrik olahan daging durian beku di daerahnya. Ini tentu menjadi rangsangan bagi home industri lainnya untuk meningkatkan produknya benar-benar layak ekspor.
“Ke depan bagaimana pemerintah bisa melahirkan usaha-usaha lain bisa naik kelas ekspor. Kita ketahui potensi komoditas Deli Serdang cukup besar, tinggal kemauan pada masyarakatnya,” ujar Zaki.
Zaki berharap kehadiran ekspor durian ini berdampak pada motivasi para pelaku usaha lainnya untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Termasuk bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi ataupun kabupaten.
“Saya berharap kehadiran ini bisa membuka kembali lapangan pekerjaan. Artinya pandemi Covid-19 tidak menjadi alasan bagi para pelaku usaha berhenti berusaha tapi tetap menggeliatkan roda perekonomian,” harapnya.*** (War)
