Inisiatif Bantu Pemko Subulussalam Bayar Honor Aparatur Desa, YARA Galang Koin

SUBULUSSALAM, koranmedan.com
Berinisiatif membantu Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam membayar honorarium aparatur desa se-kota itu, yang hingga hari ini, Rabu (02/03/2022) selama dua triwulan, Juli-September dan Oktober-Desember 2021 belum dibayar, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam membuka ‘Posko Penggalangan Koin’ di Sekretariat YARA, Rabu (02/03/2022).
Ketua, Edi Sahputra Bako, koordinator kegiatan kepada koranmedan.com mengatakan, hasil lima hari (Rabu-Ahad), hasil galang koin akan disumbangkan kepada Pemko Subulussalam yang masih mengalami defisit sehingga gaji atau honor dari beberapa aparatur desa, tenaga honorer bahkan kegiatan, 2021 belum dibayar.
“Niat baik kita membantu pemerintah mengatasi kondisi defisit”, jelas Edi merinci, enam bulan honor aparatur desa, Juli – Desember 2021, gaji guru honorer, kontrak tersisa dua bulan, dana nonsertifikasi guru tersisa empat bulan serta sisa utang proyek pekerjaan 2021 sebagian bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dan mungkin banyak lagi utang, belum dibayar.
Bertema ‘Satu Koin Rakyat Selamatkan Negeri Metuah’, pihaknya yakin, honor yang belum dibayar berpengaruh besar terhadap pelayanan publik tingkat desa, padahal aparatur desa dan pengurus sarak mengurus persoalan di desa, baik pesta maupun kemalangan.
Selain prihatin sisa gaji guru honorer atau kontrak, 2021 belum dibayar, juga pada 2022 disebut tidak dianggarkan. “Nasib guru honorer selalu terabaikan”, sesalnya berharap, gerakan YARA di sana bisa menyadarkan eksekutif dan legislatif, tidak hanya sibuk jalan-jalan dan lalai dengan tanggungjawab.
Ke depan, Wali Kota dan para wakil rakyat diharapkan arif manfaatkan uang rakyat dengan mengutamakan program sesuai kebutuhan. Pengadaan mobil dinas, studi banding berlebihan dan sejumlah kegiatan terkesan menghabiskan anggaran, dinilai Edi tidak lebih penting dibanding soal desa terisolir akibat akses jalan sangat buruk di Desa Longkib yang terpaksa gunakan perahu robin jika terjadi banjir dan berlumpur saat curah hujan tinggi.
“Kondisi keuangan Kota Subulussalam hari ini catatan terburuk dalam sejarah, karena enam bulan honor aparatur desa belum dibayar, padahal tahun 2022 sudah memasuki bulan Maret,” sesal Edi.*** (Khairul Boma)
