Pondok Pesantren Tazkiyaturraidah Dorong Santri Berwirausaha

SUBULUSSALAM: koranmedan.com
Pondok Pesantren (Ponpes) Tazkiyaturraidah (Berbasis Pertanian) di Jalan Nilam, Dusun Jambu Mbelang, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang, Kota Subulussalam dorong santri untuk berwirausaha.
Visi, mencetak kader pemimpin umat berkualitas, santri faham ilmu agama, sains dan teknologi secara seimbang. Lalu misi, membentuk pemimpin intelek, generasi unggul menuju khairu ummah dan mampu bersaing di kancah nasional.
Pimpinan Ponpes Tazkiyaturraidah, Ustadz Abdul Izul Azhar Padang, S.Pd. kepada koranmedan.com di lokasi pesantren itu, Kamis (24/03/2022) menjelaskan, berdiri Juli 2021 merupakan salah satu unit kegiatan Yayasan H. Joka Abdul Hamid Padang.
Berlatar belakang fokus berbasis pertanian (tazkiyaturraidah), prihatin banyak alumni pesantren saat kembali ke masyarakat menganggur, tak mampu mengimbangi perkembangan dan kurang skill.
“Tazkiyaturraidah menyajikan pendidikan berbasis pertanian maksudnya santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu sains, wirausaha dan teknologi yang berimbang serta mandiri dalam berbagai bidang sehingga dapat dikembangkan di masyarakat ketika sudah alumni,” terang Ijul yakin pesantren ini mampu melahirkan generasi Islam mandiri, beriman dan berketerampilan.
Sejumlah program unggulan yang diasuh, yakni ahfidzul qur’an, billinggual language (Bahasa Arab dan Inggris), adab dan kepemimpinan, agribisnis (Hortikultura), entrepreneurship, sains dan teknologi.
Bermotto, kreatif, intelektual, agamis dan mandiri, pondok memiliki luas areal satu hektare ini turut diasuh guru tahfidz 30 juz, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (Jawa Timur).
Kegiatan ekstrakurikuler menyangkut
kitab kuning, pengajian ruhiah, pramuka plus camping, olahraga (KOSN), KSN, FLS2N, literasi, pidato tiga bahasa, latihan pertanian, latihan memanah, metode pengajaran, memanfaatkan multimedia, praktek dan teori sistem moving class.
Sementara sarana dan prasarana,
Ruang Kelas Belajar (RKB), asrama lengkap MCK, mushalla, dapur umum, toko pelajar, lahan pertanian, kolam perikanan, lahan peternakan, aula pertemuan dan lapangan olahraga.
Meski saat ini santri, khusus tingkat tsanawiyah masih sangat sedikit, pada tahun pelajaran 2023 ditargetkan mencapai 60 santri. *** (Khairul Boma)
