Puluhan Jabatan Kakam Subulussalam Berakhir April 2022
SUBULUSSALAM: koranmedan.com
Puluhan jabatan Kepala Kampong (Kakam) di lima kecamatan se-Kota Subulussalam berakhir, April 2022. Informasi diperoleh melalui lima Camat di sana secara terpisah, Rabu (16/03/2022).
Informasi ini memperkuat pernyataan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK), Irwan Faisal, SH akhir Januari 2022 lalu. Pentahapan Pemilihan Kepala Kampong (Pilkampong) serentak 49 kampong dimulai, Juni 2022.
“Ditunda, beresiko harus menunggu usai Pilpres, Pilkada dan Pileg 2024,” kata Faisal seraya meyakinkan dana shering DPMK Rp300juta dan sekira Rp25 – Rp30juta setiap kampong sudah dianggarkan. Sementara terhadap 38 kampong yang berakhir Oktober 2023, Pilkampong serentak digelar 2025 karena tidak bisa digelar 2024.
Camat Sultan Daulat, Arbi menyebutkan, dari 19 kampong di sana, enam Kampong berakhir April 2022 adalah Lae Langge, Lae Simolap, Ciparepare, Darul Makmur, Pulo Kedep dan Pasir Belo. Lalu lima Penjabat (Pj) saat ini, Ciparepare Timur, Batu Napal, Singgersing, Jambi Baru dan Jabijabi Barat.
Sementara empat kampong di Kec. Longkib, kata Camat Makmur, S.Pd adalah Ranto Panjang, Lae Saga, Bukit Alim dan Darussalam. Lalu Camat Rundeng, Ihsan David menyebut delapan kampong yakni, Binanga, Geruguh, Harapan Baru, Kuta Beringin, Mandilam, Pasar Rundeng, Sibungke dan Lae Pemualan. Berstatus Pj. tiga kampong.
Camat Simpang Kiri, Rahmayani Sari Munthe, S. STP menyebut, 11 kampong adalah Lae Oram, Pegayo, Subulussalam Timur, Selatan, Utara, Dano Tras, Belegen Mulia, Mukti Makmur, Makmur Jaya, Kuta Cepu dan Sikalondang.
Sementara dari Kec. Penanggalan, Camat Al Hendra Putra Bancin, SH menyebut dua kampong yakni Kampung Baru dan Sikelang. Dari 14 kampong di sana, empat Kakam akan tersisa depenitif pra April yakni Lae Mbersih, Lae Motong, Cepu dan Lae Ikan.
Sejumlah warga dikonfirmasi terkait wacana Pilkampong serentak enggan berkomitmen. Pasalnya, mereka pesimis dengan janji Pemko Subulussalam yang sejak dua tahun lalu sudah gaungkan agenda itu, namun hanya sebatas janji.
“Bahkan ada kampong yang Pj.nya dua tiga kali diganti, banyak janji, seolah Pj. Kepala Kampong ajang bisnis,” kritik sumber seraya menilai Pemko Subulussalam sarat dengan Pj. Kakam di era Bintang – Salmaza.*** (Khairul Boma)
