Hendra DS Dukung Inovasi Tim Peneliti USU untuk Medan Zero Waste Integrasi Perolehan PAD
Drs. H. Hendra DS.
MEDAN: koranmedan.com
Ketua Fraksi Hanura-PSI-PPP DPRD Medan Drs. H. Hendra DS mendukung dan mengapresiasi rancangan inovasi Tim Peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang mengupayakan Medan Zero Waste dengan mengolah sampah menjadi pelet jumputan padat atau cofiring dan arang briket sebagai bahan bakar pengganti batubara.
Hal itu diutarakan Hendra DS kepada Koranmedan.com di Medan, Jumat (29/4/2022).
“Luar biasa rancangan inovasi Tim Peneliti USU itu. Apalagi jika setelah sampah tersebut menjadi cofiring dan arang briket bisa dijual ke pembeli dan hasil penjualannya sebagian dialokasikan
untuk Kas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Wali Kota Bobby Afif Nasution harus mendorong realisasi inovasi Tim Peneliti USU yang dipimpin Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si ini,” ujar Hendra DS yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Medan.
Seperti diberitakan sebelumnya,
Inovasi tata kelola sampah yang optimal dan profesional diyakini mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kas Pemerintah Kota Medan.
Nilainya diperkirakan bisa menembus angka miliaran rupiah.
Hal itu dikemukakan Tim Peneliti yang juga Dosen Tetap dan sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D dan Dr. Sally Marisa Sihombing, M.Si yang juga Kepala Laboratorium Ilmu Administrasi Publik FISIP USU usai beraudiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Jumat (22/4/2022).
Turut beraudiensi Koordinator Peneliti yang juga Kepala Laboratorium Fisika Nuklir / anggota PUI Karbon FMIPA USU Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si., Ph.D., Lukman Hakim S.Si, M.Si, Sekretaris Program Studi Meteorologi FMIPA USU yang juga sebagai Dosen Pengampu Mata kuliah Fisika Komputasi, Pinpin mahasiswa semester 8 Prodi Fisika USU yang terlibat dalam riset bidang fisika teori / komputasi untuk mengukur nilai efisiensi energi sampah/limbah, serta Zul Anwar Marbun asistensi bidang kehumasan Tim.
Sementara pihak Bappeda Kota Medan yang menerima antara lain M. Kalia Siregar Perencana Muda Infrastruktur dan Kewilayahan II, Muhammad Bayu Wandira
Staf Ahli Bidang Geographical Information System, Azizah Staf Ahli Bidang Arsitektur Bappeda Kota Medan.
Kedatangan Tim Peneliti USU untuk menyinergikan Program Riset dan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) sebagai Entiti dan pihak Industri sebagai Mitra agar tercipta Ekosistem yang harmoni. Sekaligus bersamaan dengan Rencana Pengajuan Proposal Kedai Reka / Matching Fund Kemendikbristekdikti bertemakan Pengolahan sampah menjadi produk berharga bernilai jual untuk meningkatkan PAD Kota Medan serta pengelolaan sampah menjadikan Medan Zero Waste dengan menghadirkan Truck Container Mesin Pengolah Sampah Mobile.
Lebih lanjut Dara Aisyah menjelaskan, tata kelola sampah perlu dilakukan melalui penguatan kemitraan secara akuntabel dengan regulasi dan SOP yang jelas, agar sampah tidak di bawa jalan-jalan dengan armada Truck yang menghabiskan anggaran besar tapi ujungnya tetap di tumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan.
“Alangkah lebih efektif dan efisien apabila sampah begitu diambil dari rumah-rumah warga atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah langsung di olah melalui inovasi Truck Container Zero Waste Mesin Pengolah Sampah menjadi produk permintaan pengguna/user berupa produk energi siap pakai seperti pelet jumputan padat, arang briket, karbon aktif, asap cair, dan aneka produk kebutuhan pasar lainnya,” papar Dara Aisyah.
Sementara Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si selaku Peneliti Hypermetafisika Karbon melihat potensi sampah bagaikan tambang emas yang tidak saja memiliki potensi menjadi produk energi baru terbarukan (EBT) berupa pelet jumputan padat untuk cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pengganti batubara , tapi juga bisa diolah menjadi pavin block, plat beton polimer, batako dan lainnya dapat dipergunakan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar TPA Terjun dan kawasan Medan Utara. “Tim Peneliti USU siap melakukan pendampingan untuk penatakelolaannya,” sebut Dr. Muhammad Sontang Sihotang.
Sedangkan Dr. Sally Marisa Sihombing, M.Si menambahkan, jika program kemitraan Matching Fund Kemendikbudristekdikti ini terealisasi tidak hanya berdampak kepada kesejahteraan sosial masyarakat, tapi Kota Medan dipastikan keluar dari zona terjorok yang sempat di sandang Kota Medan beberapa tahun lalu.
Sementara anggota tim peneliti Zul Anwar Marbun WKU melihat, ke depan TPA Terjun Medan Marelan bisa diubah menjadi Taman Edukasi Sampah pertama di dunia yang bila diintegrasikan dengan kebun Kaliandra dan Lebah dapat menghasilkan produk madu murni siap jual.*** (War)
