Lindungi Kawasan Pesisir, Wali Kota Medan Kolaborasi dengan Kemen PUPR Bangun Tembok Laut di Belawan
MEDAN: koranmedan.com
Penanganan banjir rob Belawan sebagai janji dipastikan bakal direalisasikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Dengan kegigihannya, orang nomor satu Pemko Medan itu berhasil menjalin kolaborasi dengan Kementerian PUPR. Tahun ini dilaksanakan pembangunan prasarana pengedalian banjir rob Belawan yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dengan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera II, yang termasuk dalam Program Penanganan Banjir Kota Medan.
Banjir rob Belawan, kata Bobby Nasution, merupakan salah satu permasalahan yang mendapat perhatian Pemko Medan. Untuk itu, lanjutnya, untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus mencegah banjir rob, pihaknya akan membangun tembok laut (seawall).
“Kita bangun tembok laut di Belawan,” ujarnya beberapa hari lalu.
Dia mengatakan, saat ini Pemko Medan terus berkoordinasi dengan Pemprovsu dan Kementerian PUPR untuk menyelaraskan program tersebut.
“Butuh waktu menyelaraskan program agar berjalan baik. Jadi kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Insha Allah tahun ini akan kita bangun tembok laut mengatasi banjir rob,” kata menantu Presiden Jokowi tersebut.
Tembok laut atau seawall tersebut merupakan salah satu bentuk perlindungan kawasan pesisir yang terdampak langsung dengan laut atau proses pantai lainnya. Tembok laut ini akan melindungi area permukiman penduduk, konservasi, dan rekreasi daeri pasang, ombak, maupun tsunami.
Di samping itu, tembok laut tersebut juga berguna untuk mengurangi limpasan dan genangan areal pantai yang berada di belakangnya. Keberadaan tembok laut sebagai perkuatan pada bagian profil pantai.
Untuk keberhasilan program, koordinasi pun terus dilakukan. Pada pertengahan Maret 2022 lalu, Balai Wilayah Sungai Sumatera II menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. Hadir dalam rapat koordinasi ini antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Maman Noprayamin, Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Mayjen Sinema Telaumbanua, PPK Sungai dan Pantai II, Anthoni Sumuang Siahaan, Jabfung Teknik Pengairan Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Herbet Sihite, dan Team Leader Konsultan ESP Belawan-Ular-Padang. Rapat Koordinasi tersebut bertujuan untuk sinkronisasi desain dan lingkup kegiatan dalam kegiatan pengendalian banjir rob Belawan.
Data diperoleh dari BWSS II, Kementerian PUPR telah membuat konsep disain penanggulangan rob Belawan. Konsep itu menunjukkan penanggulangan prioritas penanganan banjir akibat rob ada pada kawasan, bukan bangunan di atas air. Selain itu, juga didisain penataan air kawasan saat hujan lokal dengan menata sistem drainase utama sebagai saluran pembuang dengan dilengkapi pintu-pintu klep.
Kegigihan Bobby Nasution dalam memperjuangkan penanganam banjir rob Belawan menuai apresiasi. Salah satunya berasal dari tokoh muda Medan bagian Utara, Rion Aritonang, S.H. Dia menilai, kegigihan Bobby merupakan perwujudkan empati seorang pemimpin terhadap masyarakat.
Rion yang juga ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Medan Labuhan itu optimis kolaborasi dengan Kementeriaan PUPR dapat benar-benar mencegah terjadi banjir rob yang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Medan di kawasan pesisir.
“Sebagai Wali Kota pilihan rakyat Medan, tentu Bobby Nasution memahami kondisi dan apa yang dialami warganya. Dengan demikian, diharapkan program hasil kolaborasi tersebut berangkat dari pemahaman dan kondisi ril di lapangan,” ucapnya seraya mengaku optimis Bobby Nasution dapat merealisasikan program dengan baik.
Advokat kelahiran Belawan itu mengatakan, banjir rob berdampak pada seluruh kelurahan di Kecamatan Medan Belawan. Kawasan Medan Labuhan dan Medan Marelan juga terdampak, bila hujan turun. Pasalnya, air hujan yang mengalir menuju laut tertahan sehingga mengakibatkan banjir di beberapa kelurahan di Medan Labuhan.
Sekretaris DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Medan itu juga mengingatkan agar seluruh sungai yang melintasi kota Medan dan Deliserdang dikeruk.
“Angkat sedimennya sehingga daya tampungnya bisa lebih besar dan air dapat mengalir lancar,” tutupnya.*** (Ril/Zul Marbun)
