Pemko Medan Penuhi Permintaan Gubsu Potong Kompas Penyaluran Migor Curah
Gubsu, H, Edy Rahmayadi.
MEDAN: koranmedan.com
Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah komando kebijakan Wali Kota H.M. Bobby Afif Nasution,SE, MM memenuhi pemintaan Gubernur Sumut (Gubsu) H.Edy Rahmayadi tentang penyaluran minyak goreng (migor) curah.
Saat ini Pemko melalui Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar pasca instruksi Gubsu telah melakukan potong kompas menjadi penyalur langsung kepada pedagang pengecer di pasar-pasar rakyat milik pemerintah. Ini sesuai permintaan Gubsu.
Menjawab wartawan, Selasa (19/4/2022), Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Dr Naslindo Sirait membenarkan laporan dari Kabag Perekonomian Setdako Medan, surat Gubsu sudah jalan. Artinya, PUD Pasar sudah langsung menyalurkan migor curah.
“Ya sudah. Laporan dari Kabag Perekonomian Pemko Medan sudah,” ujar Sirait ketika dikonfirmasi seraya menjelaskan pada Kamis (14/2/2022) pihaknya (Pemprovsu – red) melakukan konsolidasi dengan BUMN PT. PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia – Persero) dan PT. RNI (Rajawali Nusantara Indonesia – Persero) serta PUD Pasar untuk evaluasi pelaksanaan lapangan.
Kerjasama PUD Pasar Medan dengan dua BUMN distibutor pemerintah yakni PT PPI dan PT. RNI (Persero) juga dilaporkan berjalan lancar. “Ya, hasilnya adalah semua berjalan sesuai dengan arahan Bapak Gubsu,” jelas Sirait.
Laporan pihak Pemko Medan lanjut Sirait segera disampaikan kepada Gubsu Edy Rahmayadi. “Gubsu telah komit harus ada ‘crash programs’ agar dugaan adanya spekulan tidak berkutik. Jadi kita ‘potong kompas’. Bahan pokok ini harus langsung sampai ke pedagang dari distributor pemerintah,” ujar Sirait.
Inilah dasar Gubsu meminta Walikota menetapkan kebijakan agar PUD Pasar Kota Medan menampung migor curah dari dua badan usaha milik negara (BUMN) yang dihunjuk pemerintah selaku distributor migor curah di Sumut.
“Kemudian PD Pasar lah yang bertindak selaku penyalur kepada para pedagang di pasar-pasar rakyat milik Pemko Medan. Infonya ada 15 dari 51 pasar rakyat yang relatif berkapasitas besar seperti Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Sukaramai dan lainnya, dapat menjadi stimulus atau barometer harga migor di Sumut,” tuturnya.
Dengan ini lanjutnya para pedagang di pasar-pasar rakyat milik pemerintah memiliki jaminan memperoleh stok migor curah dengan harga yang terkendali. Dalam hal ini di setiap pasar tradisional PUD Pasar harus hadir di situ.
Dijelaskan, dua BUMN yang dihunjuk pemerintah selaku distributor yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) telah menyatakan siap mendistribusikan migor curah ke PD Pasar.*** (Zul Marbun)
