Ada Oknum Intervensi Disdik untuk Pembiayaan Launching Video Biografi Wali Kota Tanjungbalai
T.BALAI: koranmedan.com
Selain biaya pengadaan video biografi Wali Kota Tanjungbalai yang di alokasikan dalam anggaran APBD 2022, ternyata Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai juga diminta mengalokasikan pembiayaan peluncuran atau launching video biografi tersebut.
Informasi tersebut diterima dari salah seorang narasumber kepada wartawan koranmedan.com.
Menurut sumber, ada oknum yang terlibat dalam pembuatan video biografi meminta salah satu pejabat di Dinas Pendidikan untuk mengalokasikan dana launching dari video biografi Wali Kota.
“Dulu (sebelumnya) kan ada rencana untuk launching (peluncuran), si (oknum) yang terlibat membuat video yang datang kemari minta supaya dialokasikan dana pembuataan dan louchingnya,” sebut sumber.
Namun karena keterbatasan dana, pejabat tersebut meminta oknum yang datang memberikan waktu untuk bisa mengalokasikan pembiayaan peluncuran video biografi Wali Kota pada PAPBD.
“Kalau mau melaunching, dananya tidak ada. Jangan kamu (oknum) memaksa, kamu paksa nanti dibebankan sama kami (Disdik). Kan tidak mungkin apa adanya (biasa saja), namanya launching kan harus wah (meriah). Kita coba nanti di APBD,” ungkap sumber lebih jelas.
Ketika wartawan mengkonfirmasi kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Azhar, S.Pd membenarkan bahwa video biografi Wali Kota nantinya akan dilakukan launching. Namun saat ditanya kebenaran biaya launching dialokasikan pada PAPBD Dinas Pendidikan, Azhar menjawab bahwa video biografi tersebut masih mau dibawa ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungbalai untuk dibicarakan.
“Ondak (akan) dilaunchingkan lagi itu (video). Masih diapokan (dibawa) ke Forkopimda. Dibicarakan di Forkopimda lah di forum,” sebut Azhar, S.Pd.
Menanggapi hal tersebut Panentuan Marliza Ketua Komite Daerah Anti Korupsi kepada koranmedan.com Sabtu (30/7/2022) menyatakan dari awal sudah menduga adanya oknum yang mengambil keuntungan pribadi dari pengadaan video biografi Wali Kota Tanjungbalai. Berdasarkan bukti yang diperolehnya Panentuan akan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelidiki siapa aktor intelektual sehingga oknum tersebut berani melakukan intervensi kepada pejabat di Dinas Pendidikan.
“Dari awal kami sudah menduga bahwa video biografi Wali Kota tersebut ada oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi. Dari bukti yang kami dapatkan, kami akan melaporkan oknum yang berani melakukan intervensi kepada pejabat dinas pendidikan sehingga terungkap aktor intelektualnya,” ucap Panentuan Marliza.*** (Syafrizal Manurung)
