Di SMPN 2 Simpang Kiri, Komunikasi Rutin Antar Orangtua Siswa dan Guru Berkesinambungan
Kepala SMPN 2 Simpang Kiri, Erick Permana, S.Pd.
SUBULUSSALAM: koranmedan.com
Komunikasi antar orangtua siswa dengan para guru dilakukan dalam rangka berbagi informasi dan evaluasi terkait perkembangan anak, baik di sekolah, rumah maupun lingkungan sekitar. Komunikasi ini dipastikan menjadi sangat penting sehingga harus berkesinambungan.
Karenanya, program ini rutin dilakukan dalam setiap tiga bulan sekali bagi setiap kelas dan rapat global di awal Tahun Pelajaran Baru. “Ada komunikasi tatap muka antarwali kelas dengan orangtua siswa secara rutin,” tegas Erick Permana, S.Pd Kepala SMPN 2 Simpang Kiri, Kampong Bakal Buah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (01/08/2022).
Dikatakan, mengasuh 155 siwa, 47 diantaranya siswa baru tahun ini, SMP yang sudah dipimpin tujuh kepala sekolah, dirinya yang ketujuh, dengan total 11 Ruang Kelas Belajar (RKB) atau enam rombongan belajar (Rombel) saat ini dinilai sudah maksimal dengan diasuh 18 Guru Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kepala sekolah dan Guru P3K, ditambah Guru Bimbingan Konseling yang dibiayai sekolah.
Disebutkan, 47 siswa baru atau lebih sedikit dari tahun terdahulu, diyakini karena semakin tinggi minat para pelajar daerah ini masuk pondok pesantren, menyusul semakin banyak pondok pesantren berdiri di daerah ini. Sementara siswa tamat tahun ini, sebanyak 50 orang,
Tegaskan dukungan terhadap program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Subulussalam, Erick yang tahun kedua kepala di sana yakin jika program ekstrakurikuler, yakni tahfiz tiga hari dalam sepekan, latihan karate dan silat serta pramuka terjadwal menjadi warna lain sekolah ini.
“Enam guru pembina, ustaz/ustazah, lalu pelatih karate dan silat dari Pengcab serta pramuka dari kwarcab,” jelas Erick, akui soal biaya pihaknya berkoordinasi dengan komite sekolah dan wali murid. Program inipun diakui sudah berjalan dua tahun.
Untuk mendukung sukses kegiatan ekstrakurikuler yang dimulai pukul 13.40 WIB pada hari Senin, lalu hari lainnya pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, peran orang tua siswa diakui cukup positif. “Soal makan siang siswa, dibawa siswa dari rumah atau diantar orang tua siswa sebelum kegiatan berlangsung,” akunya.
Erick bersama jajarannya pun yakin jika kegiatan belajar mengajar, termasuk ekstrakurikuler di SMPN 2 Simpang Kiri itu bisa berkesinambungan. Alasan dia, peran aktif siswa dan dukungan orang tua siswa cukup positif, di sisi lain para guru dan pengajar ahli di bidangnya.*** (Khairul Boma)
