Agincourt Resources Gelar Operasi Katarak Gratis, Jumlah Pasien Lampaui Target
(Dari kiri ke kanan) General Manager Operations PT Agincourt Resources (PT AR) Rahmat Lubis, Direktur & CFO PT AR Noviandri Hakim, dan Senior Manager Corporate Communications PT AR Katarina Siburian Hardono meneteskan obat mata kepada sejumlah pasien yang telah menjalani operasi katarak. PT AR menggelar rangkaian operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” di Tapanuli Selatan dan Medan sepanjang September hingga November 2022. (Foto: Dok. PT AR).
BATANGTORU: koranmedan.com
“Alhamdulillah, saya bisa melihat jelas lagi. Jadi nggak usah diantar anak lagi ke
sawah, nggak salah tanam lagi, kalau masak nggak gosong lagi,” tutur Hotna Hutagalung (64), warga Padangsidimpuan, mengaku bahagia dapat melilhat
kembali dengan jelas.
Perempuan petani itu sudah 5 tahun menderita katarak, ia tidak
berani menjalani operasi karena khawatir malah kehilangan penglihatan. Hingga
akhirnya ia berani mengikuti operasi di RS Bhayangkara setelah diberitahu tenaga
kesehatan di desanya soal manfaat operasi katarak.
Sebelumnya PT Agincourt Resources (PT AR), pengelola Tambang Emas
Martabe, membuka resmi rangkaian Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat
Indahnya Dunia” di Rumah Sakit Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Di hari
perdana, 170 pasien dari sekitar wilayah tambang dan Tapanuli Selatan sudah menjalani skrining
katarak.
Jumlah ini lebih tinggi 50% lebih dari prediksi awal. Operasi katarak diadakan tiga kali di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan, dan tiga kali di Medan sepanjang September hingga November 2022.
Dalam rangkaian operasi
katarak itu PT AR menggandeng Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh, Medan. Peresmian operasi katarak digelar di RS Bhayangkara, Batangtoru, Kamis (15/9/2022) ditandai
pembukaan perban dan pemberian obat tetes mata oleh manajemen PT AR kepada sekitar
100 pasien yang sudah menjalani operasi sehari sebelumnya.
Direktur & CFO PT AR, Noviandri Hakim mengatakan, perusahaan menyelenggarakan operasi
katarak secara cuma-cuma sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang menderita kebutaan
akibat katarak sehingga tidak dapat berdaya secara mandiri, bahkan kehilangan harapan hidup.
Komitmen PT AR pada kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera sejalan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs). “Kami menyadari bahwa katarak tidak sekadar gangguan penglihatan, melainkan juga kendala
untuk dapat produktif, berdaya secara mandiri, dan meningkatkan harapan hidup. Karena itu, setiap tahun sejak 2011 kami menggelar operasi katarak secara aman dan gratis,” tutur Noviandri.
Noviandri berharap operasi katarak yang diselenggarakan PT AR dapat berkontribusi dalam
menekan prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia, khususnya Sumatra Utara.
Berdasarkan hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RABB) tahun 2014 – 2016, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai 3%, sementara prevalensi kebutaan akibat
katarak di Indonesia sebesar 1,9%. Di Sumatra Utara saja, sekitar 80% kebutaan di usia 50 tahun ke
atas disebabkan katarak.
Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono mengajak
masyarakat untuk memanfaatkan dan menyebarkan informasi operasi katarak gratis ini kepada
kerabat atau keluarga karena masih ada putaran kedua dan ketiga.
“Katarak bisa disembuhkan hanya dengan operasi. Mari kita gunakan kesempatan baik ini untuk
memulihkan penglihatan keluarga dan kerabat kita, agar mereka berdaya dan produktif kembali. Selain kucuran dana, sejak masa sosialisasi, pemeriksaan mata hingga operasi, Tambang Emas
Martabe juga mengerahkan puluhan staf menjadi relawan aktif yang mendukung para pasien agar
lebih siap menjalani operasi,” sebut Katarina.
Sejak 2011, program ini telah membuka 8.118 mata dari 7.131 orang yang menjalani operasi
katarak dengan tingkat keberhasilan 100%. Pada perhelatan operasi katarak kali ke-8 ini, PT AR memusatkan operasi di dua titik, yakni RS
Bhayangkara di Batangtoru, Tapanuli Selatan, dan RS Mata Mencirim Tujuh Tujuh di Medan. Di RS
Bhayangkara jadwal operasi yakni 14 & 24 September, dan 15 Oktober, sementara jadwal operasi
di RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan yaitu 22 Oktober serta 12 & 23 November.
Mengutip data Kementerian Kesehatan, alasan biaya menjadi faktor utama penderita katarak di
Sumatera Utara belum menjalani operasi dan langkanya penyelenggaraan operasi katarak gratis
bagi warga kurang mampu.
Mewakili Kapolda Sumatra Utara, hadir Kabid Dokkes Polda Sumatra Utara Kombes Pol Drg. Agustinus Mulyanto Hardi diseremoni pembukaan rangkaian operasi katarak.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Drg. Agustinus memuji upaya PT AR yang secara konsisten
menyelenggarakan operasi katarak gratis sejak 2011 dan sudah memulihkan ribuan buta katarak. “Apresiasi luar biasa kepada PT AR yang memiliki inisiatif sangat mulia untuk meringankan
penderitaan masyarakat sekitar Batangtoru sehingga dapat melihat kembali indahnya dunia,” katanya.
Di penghujung seremoni, Direktur & CFO PT AR Noviandri Hakim, Kabid Dokkes Polda Sumatera
Utara Kombes Pol Drg. Agustinus Mulyanto Hardi, General Manager Operations PTAR Rahmat
Lubis, dan Senior Manager Corporate Communications PT AR Katarina Siburian Hardono membuka
perban, lalu memberikan obat tetes mata kepada sejumlah pasien yang sudah menjalani operasi
katarak.
Pembukaan rangkaian operasi katarak gratis diakhiri serahterima bantuan pembangunan
fasilitas bangunan di RS Bhayangkara dari PT AR kepada Pemkab Tapanuli Selatan. Bantuan yang
diberikan berupa bangunan ruang radiologi dan ruang jenazah serta bangunan Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL), dengan total nilai bantuan mencapai Rp.739 juta.*** (Ril/Zul Marbun)
