Kecamatan Medan Helvetia Jalankan Program Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat
MEDAN: koranmedan.com
Sebagai wujud peningkatan dan inovasi pelayanan kepada masyarakat sebagaimana visi misi Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pemko Medan melalui Kecamatan Medan Helvetia memiliki program unggulan yakni Pelayanan Kesehatan Jiwa masyarakat. Program ini merupakan kolaborasi antara Kecamatan Medan Helvetia dengan Upt Puskesmas Kecamatan Helvetia dan Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM).
Hal ini disampaikan Camat Medan Helvetia Putra Ramadhan Situmeang dalam keterangan, Jumat (18/11/2022). Program unggulan yang berlangsung selama satu tahun tersebut dijalankan oleh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang sebelumnya telah dibentuk.
Dijelaskan Camat Medan Helvetia, program ini terbentuk karena seperti diketahui selama ini Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) masih dikesampingkan karena menurut sebagian besar warga hal tersebut menyangkut aib keluarga. Oleh karenanya kita mengambil peran bersatu padu dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk penanggulangan kesehatan gangguan jiwa.
“Sudah banyak kita lakukan , terutama
Kelurahan Helvetia Tengah yang menjadi pilot projectnya. Kita sudah buat poswindu selayaknya posyandu bagi anak, kemudian berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan taraf hidup seperti pelatihan pembuatan keripik pisang dan roti ketawa, pembuatan sabun cair dan cairan pel lantai, Pelatihan cuci sepeda motor dan pangkas, serta beternak ayam kampung,” jelas Camat.
Menurut Putra Ramadhan Situmeang, pelatihan bagi ODGJ selain bertujuan untuk memberikan skill bagi klien
untuk melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi namun juga menjadi salah satu bentuk terapi okupasional untuk membantu kesembuhan mereka yang termasuk dalam ODGJ.
“Jadi kami lihat efeknya luar biasa dikarenakan semua kita hidup untuk mencari makan dengan munculnya ODGJ mereka tidak dapat berpenghasilan. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pendampingan sebagai keluarga karena mereka memerlukan perhatian khusus, ” sebut Camat.
Putra Ramadhan menilai, banyak ditemukan di masyarakat jika ada salah satu anggota keluarga ODGJ untuk memberikan obatnya saja terlambat, padahal dibutuhkan ketepatan waktu memberikan obat dan kasih sayang dari keluarga dalam penanganan ODGJ.
“Hal ini yang menjadi fokus kita disamping kita bimbing dan gandeng mereka agar lebih beraktifitas dan tidak minder. Secara prinsipnya program ini sangat membantu fungsi kita sebagai pelayan masyarakat untuk mengurangi dampak sosial. Selama ini kita menilai ODGJ penyakit dan aib, padahal itu termasuk salah satu penyebab kematian akibat dari depresi berat dan stress, ” jelasnya.
Terkait jumlah ODGJ yang ada di Kecamatan Medan Helvetia, Putera Ramadhan menyebut, terdapat 95 ODGJ yang telah terdata oleh Kader yang termasuk dalam TPKJM. Dengan adanya program ini diharapkan ODGJ di Kecamatan Medan Helvetia merasa mendapatkan perhatian dari pemerintah, pungkasnya.*** (Ril/Zul Marbun)
Berita juga disiarkan di
Instragram : Pemko.Medan https://instagram.com/pemko.medan?igshid=YmMyMTA2M2Y=
Facebook : Pemko Medan https://www.facebook.com/PemkoMedan
