Sepenggal Catatan Bung Aulia: Ada ‘Fenomena’ di Arena Porprovsu 2022
Oleh: Aldi Aulia Anwar

Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Utara (Porprovsu) XI/2022 yang digelar 29 Oktober – 5 November 2022 di Medan dan sekitarnya telah usai. Namun sebagai jurnalis, penulis mencoba sedikit mengulik ‘fenomena-fenomena’ apa saja yang terjadi di pesta olahraga empat tahunan se-Sumatra Utara itu.
Fenomena yang dimaksud baik dari sisi prestasi, ricuh, venue yang kurang mendukung hingga animo masyarakat di arena Porprovsu kali ini.
Dari sisi venue yang kurang mendukung, penulis melihat salah satu ‘fenomena’ miris yang terjadi di GOR Dispora Sumut di Jalan Veteran Medan atau sering disebut dengan GOR Veteran.
Di ajang Porprovsu tahun ini, GOR Veteran dijadikan venue untuk cabang olahraga (Cabor) Wushu Sanda. Dimana fenomena yang terjadi lantai gedung olahraga bersejarah itu digenangi air saat hari pertama pelaksanaan, Ahad/Minggu (30/10/2022).
Itu dikarenakan hujan dengan intensitas cukup deras dan lama yang mengguyur Kota Medan sekitarnya. Sehingga air masuk ke area gedung dan membuat pertandingan sempat terhenti selama lebih dari satu jam.
Diketahui, gedung olahraga dekat kawasan Pusat Pasar Kota Medan itu bangunannya lebih rendah dibandingkan jalan akses keluar masuk sekitar gedung hingga jalan aspal di luar gedung mengalirkan air hingga menggenangi lantai GOR.
Sementara, kericuhan juga tampak tak pernah lepas di setiap perhelatan pesta olahraga. Penulis kembali mencatat salah satu kericuhan yang terjadi di arena Porprovsu 2022 di cabang sepakbola.
Kericuhan terjadi di babak semifinal yang mempertemukan dua daerah tetanggaan antara Tanjung Balai versus Asahan di Lapangan PPLP Sumut, Medan, Rabu (2/11/2022) petang.
Laga berjalan dengan tensi tinggi, karena hingga waktu normal 90 menit skor masih imbang 1-1 dan harus dilanjutkan sampai 2×15 menit. Tanjung Balai berhasil unggul 2-1 di menit ke-98.
Dalam laporan panitia, kericuhan terjadi di injury time babak tambahan kedua alias menit ke-120+2. Akibat kericuhan tersebut, pertandingan dinyatakan berakhir meski waktu yang tersisa 1 menit lagi karena situasi yang sudah tak kondusif lagi. Sehingga Tanjung Balai menang 2-1 atas Asahan. Meski Tanjung Balai kalah dari Medan di partai final.
Fenomena lainnya yakni adanya indikasi kecurangan di cabor Silat yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut. Dimana Ketua Panitia Pelaksana Cabor Silat Porprovsu mengundurkan diri, karena ada indikasi kecurangan oleh dewan juri dalam menilai.
Padahal, sebelum meninjau Cabor Silat, Gubernur Sumatra Utara, H. Edy Rahmayadi ketika menyaksijan Cabor Karate di Gedung Serbaguna Unimed, Senin (31/10/2022), sempat berpesan agar wasit dan juri bersikap adil.
Sementara dari sisi prestasi, Cabor bulutangkis cukup menyita perhatian pecinta bulutangkis Sumatera Utara. Sebab kontingen Tebing Tinggi melakukan kejutan serta mengukir sejarah untuk pertama kalinya keluar sebagai juara umum di cabang bulutangkis edisi Porprovsu kali ini.
Anehnya, Medan yang selalu menjadi kiblat bulutangkis di Sumatera Utara dan selalu keluar sebagai juara umum cabang bulutangkis di Porprovsu, namun di edisi kali ini mereka harus puas menjadi runner-up.
Selain itu, selama perhelatan Porprovsu 2022, pergerakan ekonomi terlihat cukup tinggi. Para pelaku UMKM ketiban rezeki terutama yang membuka stand di arena utama Porprovsu sekitaran Gedung Serbaguna Pemprov Sumut.
Namun dari semua fenomena-fenomena yang terekam penulis, tentu masih banyak catatan yang harus diperbaiki oleh pihak penyelenggara (KONI Sumut serta pengurus cabang olahraga) maupun pemerintah daerah agar ke depan lebih baik lagi.
Terlebih, Sumut bersama Provinsi Aceh akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Tumpuan harapan tertuju penuh dengan harapan tinggi Sumut sukses sebagai penyelenggara dan juga sukses mendulang prestasi. Apalagi perhelatan Porprovsu 2022 menjadi starting point Sumut menuju PON 2024. Semoga.***
