Dr. Sontang: Kemensos Perlu Diganti Menjadi Kemen Pemdamas & Taskin
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si bersama Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D saat memberikan transfer knowledge pembuatan tepung kalsium dari kulit kerang kepada keluarga nelayan termasuk penyandang disabilitas di Desa Medang Kabupaten Batubara sebagai model pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan.
MEDAN: koranmedan.com
Pakar Filsafat Kebijakan Publik yang juga Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si mengusulkan agar nama Kementerian Sosial (Kemensos) diganti menjadi Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan atau disingkat Kemen Pemdamas & Taskin.
Usulan tersebut disampaikan Dr. Muhammad Sontang Sihotang mengingat pentingnya fokus Pemerintah masa kini dan kedepan pada optimalisasi pemberdayaan masyarakat dalam program pengentasan kemiskinan.
Berbicara kepada Koranmedan.com di Medan, Ahad (4/12/2022) Dr. Muhammad Sontang Sihotang melihat, metode kerja Kemensos dari zaman ke zaman selalu dalam bentuk pemberian bantuan bahan pokok (Sembako) atau bantuan langsung tunai (BLT).
Model ini dinilai Dr. Muhammad Sontang Sihotang tidak lagi kreatif dan inovatif.
Masyarakat sekarang butuh keterampilan atau skill yang inovatif. Dia mencontohkan warga nelayan tradisional dengan segala problematikanya butuh pendampingan dan pemberdayaan yang tepat sasaran seperti yang dilakukan Tim Peneliti USU di Desa Medang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Tim Peneliti USU yang diketuai Dosen Prodi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D misalnya mampu memberi transfer knowledge melalui inovasi penggunaan limbah pesisir berupa kulit kerang/mentarang menjadi tepung kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan dan warga nelayan berikut para penyandang disabilitasnya dapat diberdayakan menjadi produktif.
“Model seperti inilah yang dibutuhkan rakyat Indonesia terlebih di tengah ancaman krisis ekonomi global. Di bidang pertanian juga perlu digencarkan skill-skill inovasi bahan baku usaha pertanian/perikanan menjadi lebih bernilai seperti membuat sirup daun kelor berkalsium, es krim herbal berkalsium, susu kedele berkalsium, bakso ikan berkalsium, kerupuk lekor dari ikan dencis/tamban/belanak dimana limbah tulangnya dapat diolah menjadi kalsium organik berkualitas nomor satu guna meningkatkan mutu bahan pangan rakyat,” beber Dr. Muhammad Sontang Sihotang merinci aneka produk pangan yang bisa diupgrade menjadi lebih bernilai jual tinggi dan sehat.
Bila Presiden Joko Widodo belum berkenan menjalankan program dan model pemberdayaan masyarakat ini, Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menyatakan akan membawa model ini sebagai manifesto politik dirinya sebagai Bacawapres Alternatif Anies Baswedan dari Sumatera Utara pada Pilpres 2024.*** (War)
