Kemendes PDTT Paparkan Kaleidoskop, Gus Menteri: Pencemaran Alam Menurun Produktivitas Meningkat

JAKARTA: koranmedan.com
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Gus Menteri H. Abdul Halim Iskandar memaparkan Kaleidoskop kondisi Desa, daerah tertinggal dan transmigrasi sepanjang masa Pandemi Covid-19 kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
Dijelaskan Gus Menteri, kondisi Desa-Desa di sepanjang Pandemi Covid-19 Tahun 2019-2021 terjadi Great Reset di Desa, yaitu menurunnya campur tangan manusia terhadap alam sehingga membawa efek menurunnya pencemaran dengan ikutan menurunnya pula bencana hidrologi dan kekeringan, namun bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas komoditas terutama tanaman semusim.
Selain itu dijelaskan Gus Menteri, kebijakan pembatasan gerak penduduk pada tingkat mikro selama Pandemi telah pula
menurunkan kegiatan-kegiatan yang selama ini dijalankan secara bersama-sama
oleh warga desa, seperti gotong royong.
“Sebelum Pandemi (2014-2018) ada kenaikan desa yang menyelenggarakan gotong royong, yaitu pada 73.910 desa pada 2018, namun saat pandemi (2019-2021) laju gotong royong berkurang 6.618 desa menjadi 67.292 desa pada 2021,” sebut Gus Menteri.
Kemudian pada saat peningkatan produktivitas budidaya padi
melalui padat karya tunai desa (PKTD), kata Gus Menteri, mampu menjaga pengangguran terbuka di desa sehingga tetap lebih rendah dari kota.
Hal ini, terang Gus Menteri, berlawanan dengan pandangan umum para analis yang menyebut
Pandemi meningkatkan kemiskinan, ternyata sepanjang Pandemi di desa justru kemiskinan menurun. “Ini disebabkan kebijakan bantuan sosial yang tepat,
yaitu BLT Dana Desa, yang dikelola desa sendiri untuk menangani warga miskin maupun terdampak pandemi (sakit, kehilangan pekerjaan, kehilangan pelanggan di sekolah-sekolah, dll),” urai Gus Menteri.
Satu hal lagi sambung Gus Menteri, sepanjang masa Pandemi, kehidupan antar warga kota semakin senjang,
namun di desa justru semakin guyup dan rukun. Desa tetap menjadi penyangga
pemerataan ekonomi di nusantara.
Arah Pembangunan Desa
Di kesempatan tersebut Gus Menteri juga menjelaskan arah kebijakan pembangunan desa sampai 2030 yakni SDGs Desa. “Ini melokalkan SDGs dari ranah global menjadi bisa dijalankan di desa-desa. Think
globally, act locally. Secara khusus disusun SDGs Desa ke-18 untuk menjaga laju pembangunan tetap bertumpu pada budaya dan lembaga lokal di desa sendiri,” terang Gus Menteri.
Lebih jauh dijelaskan, SDGs Desa sekarang sudah dipraktekkan di desa dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan desa maupun pemberdayaan masyarakat. “Ini perkembangan yang cukup menggembirakan,” apresiasi Gus Menteri.*** (Zul Marbun)
