Dairi (koranmedan.com) Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII tingkat kecamatan sitinjo tahun 2023 bertempat komplek mesjid Nurul Iman kecamatan sitinjo dibuka secara resmi oleh camat sitinjo Simon Tonny Malau dan juga melepas pawai ta’aruf yang di ikuti seluruh peserta kafilah (22/2/23).
Kegiatan ini dihadiri
Kapolsek sidikalang AKP. Sukanto, mewakili Danramil sidikalang kota, Kandepag Dairi Drs. Riswan gajah, beserta jajarannya, ketua panitia pelaksanaan MTQ, ketua LPTQ kecamatan sitinjo, ketua MUI kecamatan sitinjo, kepala sekolah SMP, SD, lurah dan Kapala desa se-kecamatan sitinjo serta lainnya.
Ketua panitia menyampaikan, pelaksanaan MTQ ke-VII, kecamatan sitinjo adalah berdasarkan surat keputusan camat sitinjo No. 08 tanggal 19/1/2023, tentang pembentukan panitia pelaksanaan dan penetapan dewan hakim Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-VII tingkat kecamatan sitinjo kabupaten Dairi.
Ia menyebut 8 cabang perlombaan yang di ikuti 81 peserta dengan dana dari DPA kecamatan sitinjo.
“Kita berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses sampai penutupan nantinya. Ujarnya.
Bimbingan dan arahan camat sitinjo, agar semua pihak dapat mendukung dan mensukseskan acara ini. Saya atas nama pemerintah mengucapakan terimakasih kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras sampai tadi malam untuk persiapan pelaksanaan MTQ ini.
“Atas upaya dan kerja keras para bapak ibu lah acara ini dapat terlaksana dengan baik,” ucap camat.
Ia berharap bagi para orang tua kami agar dapat menyerahkan sepenuhnya kepada dewan juri untuk menilai para anak-anak kita. Demikian juga bagi para anak-anak kita agar dapat menerima keputusan para dewan juri nantinya.
Mari kita sukseskan MTQ ke-VII di kecamatan sitinjo dengan Tema “Dengan MTQ kecamatan Sitinjo kita tingkatkan Kualitas SDM yang unggul dan Qur’ani untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan moderat dalam harmoni keberagaman,” kata camat sitinjo.
Sebelumnya kepala kantor agama sidikalang menyampaikan, agar bagi para anak-anak tetap bergiat belajar membaca Alquran. “Jangan saat ada perlombaan MTQ, baru belajar,” ucapannya.
Ia berharap agar sama-sama tingkatkan moderasi sesama kita, saling menghargai baik itu dalam bertangga, dan lainnya walau kita berbeda agama.
“Hidup rukun saling menghargai sesama kita adalah sangat baik, perbedaan itu adalah sangat indah dalam kehidupan kita sehari-hari. Kata Riswan Gajah. (mata).
